Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong


Selayarkini - Pernyataan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Selayar masih mencukupi kebutuhan masyarakat kini kembali diuji kondisi di lapangan.

Belum genap sepekan setelah Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan turun langsung memantau ketersediaan BBM di sejumlah Agen Premium Minyak dan Solar (APMS), stok BBM di sejumlah titik kembali dilaporkan habis.

Padahal, dalam monitoring pada Minggu (13/9/2026), Polres Selayar menyebut persediaan BBM di empat APMS masih tersedia dalam jumlah cukup.

Data monitoring saat itu mencatat APMS Tanri Jaya Niaga memiliki 27.399 liter Pertalite dan 15.529 liter Bio Solar. APMS PT Patra Utama Pertiwi Barugaia memiliki 27.916 liter Pertalite dan 16.852 liter Bio Solar.

Sementara APMS Putriana Jaya Utama tercatat memiliki 29.628 liter Pertalite dan 20.726 liter Bio Solar. Untuk APMS PT Patra Utama Pertiwi Jampea, stok yang tercatat mencapai 17.826 liter Pertalite dan 28.628 liter Bio Solar.

Angka tersebut disampaikan ketika Kapolres memastikan kondisi stok BBM masih mencukupi dan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Namun, beberapa hari berselang, kondisi kembali berubah.

BBM di sejumlah APMS dilaporkan habis pada hari ini Jumat 18 September 2026. Situasi ini memunculkan pertanyaan sederhana: ke mana stok puluhan ribu liter yang terdata pada 13 September tersebut terserap, dan bagaimana pola distribusinya hingga kembali terjadi kekosongan dalam waktu singkat?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena persoalan BBM di Selayar tidak hanya berkaitan dengan kendaraan masyarakat di daratan. Ketersediaan BBM juga berhubungan langsung dengan aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk nelayan, transportasi antarpulau dan aktivitas ekonomi lainnya.

Apalagi, dalam monitoring sebelumnya, Polres Selayar menyatakan distribusi BBM ke wilayah kecamatan kepulauan berjalan lancar.

Di sisi lain, Polres juga telah mengingatkan operator APMS agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen tanpa izin resmi maupun kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi.

Polisi juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya terkait kondisi stok BBM.

Kini, ketika BBM kembali kosong dalam hitungan hari, perhatian publik bergeser dari sekadar persoalan antrean menuju pertanyaan yang lebih besar mengenai rantai distribusi BBM di Selayar.

Apakah kekosongan ini semata-mata akibat tingginya konsumsi masyarakat, keterlambatan pasokan, atau terdapat persoalan lain dalam distribusi yang perlu dijelaskan?

Penjelasan dari pihak terkait diperlukan agar masyarakat tidak hanya mendapat informasi mengenai jumlah stok saat BBM tiba, tetapi juga mengetahui bagaimana BBM tersebut disalurkan hingga ke konsumen.

Polres Kepulauan Selayar sebelumnya telah menyatakan akan terus memonitor ketersediaan dan distribusi BBM.

Dengan kembali kosongnya stok sebelum genap satu pekan, publik kini menunggu hasil monitoring berikutnya: apakah persoalan ini hanya siklus pasokan, atau ada mata rantai distribusi yang perlu diperiksa lebih jauh?

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong
  • Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong
  • Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong
  • Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong
  • Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong
  • Stok Disebut Aman, Belum Seminggu BBM APMS Selayar Kembali Kosong

Posting Komentar