Semangat 1928 dalam Nafas Pemuda Muhammadiyah Selayar: Bersatu untuk Umat dan Bangsa
SELAYARKINI - Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar menyerukan kepada seluruh pemuda di Bumi Tanadoang untuk meneladani semangat persatuan dan pengabdian yang diwariskan para pemuda 1928. Seruan ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, yang mengangkat tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh untuk Indonesia Maju.”
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Baharuddin menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ajang refleksi bagi seluruh elemen muda bangsa untuk memperkokoh semangat kebangsaan, memperkuat moralitas, dan memperbarui tekad untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta bangsa.
“Sumpah Pemuda adalah simbol dari tekad dan idealisme pemuda Indonesia. Di era modern ini, makna sumpah itu harus kita wujudkan dalam kerja nyata, kolaborasi lintas organisasi, serta kontribusi aktif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemuda Muhammadiyah sebagai organisasi kader dan gerakan dakwah harus tampil di garda terdepan dalam menggerakkan perubahan sosial yang konstruktif. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi energi untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemuda Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir di setiap ruang sosial menginspirasi dengan keteladanan, menebar manfaat, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan umat serta daerah,” tegasnya.
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Selayar, Baharuddin juga mengajak seluruh generasi muda di Kepulauan Selayar untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga nilai-nilai persatuan dan keislaman. Ia menilai bahwa tantangan generasi muda hari ini bukan lagi tentang fisik dan senjata, tetapi tentang integritas, moralitas, dan daya juang dalam menghadapi derasnya arus globalisasi.
“Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh tantangan moral. Maka penting bagi pemuda untuk memiliki akhlak, karakter, dan kemampuan adaptif agar tetap berdiri kokoh membawa panji kebaikan dan kemajuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi kepemudaan di tingkat kabupaten. Menurutnya, perbedaan latar belakang dan pandangan justru harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah, bukan pemisah yang menimbulkan sekat di antara sesama anak bangsa.
“Pemuda harus bersatu dalam semangat kolaborasi. Di Selayar, kita punya banyak potensi dari sumber daya manusia, alam, hingga budaya. Semua itu hanya bisa berkembang jika kita bergerak bersama dengan semangat persaudaraan,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Selayar mengajak seluruh kader untuk menjadikan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai titik awal kebangkitan gerakan kepemudaan yang berkemajuan dan berkeadaban. Ia berharap semangat Sumpah Pemuda terus menginspirasi setiap langkah pemuda Muhammadiyah dalam berkarya, berdakwah, dan berkhidmat untuk umat dan bangsa.
“Mari kita terus kobarkan semangat Sumpah Pemuda dengan cara yang relevan: berkarya, berakhlak, dan berkontribusi. Dari Selayar, kita buktikan bahwa pemuda bisa menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia yang berkemajuan,” tutupnya.
