25 Warga Terjangkit HIV di Pasimarannu, Potensi Lonjakan Kasus Mengintai!
SELAYARKINI – Ancaman peningkatan kasus HIV di Kecamatan Pasimarannu semakin nyata. Setelah Puskesmas merilis data 25 warga positif HIV sejak 2023 hingga 2025, kekhawatiran merebak bahwa jumlah tersebut belum mencapai puncaknya.
Petugas HIV/AIDS Puskesmas Pasimarannu, Hasrarudin Kasnar, S.KM, tidak menampik kemungkinan adanya penambahan kasus baru apabila perilaku berisiko masih terjadi dan warga enggan memeriksakan diri.
“Selama masyarakat tidak berani tes dan masih melakukan perilaku seksual berisiko, angka ini bisa bertambah kapan saja,” tegasnya.
Lima kasus baru sepanjang 2025 disebut sebagai alarm bahaya, terutama karena mayoritas muncul pada usia produktif. Tiga pasien bahkan tercatat gagal follow up, sehingga tidak memperoleh terapi ARV secara rutin kondisi yang dapat memperbesar peluang penularan.
Tekanan publik kepada pemerintah daerah pun meningkat. Tokoh masyarakat Pasimarannu, Drs. Syamsul Bahri, menyebut penanganan HIV di wilayah tersebut tidak cukup kuat dan harus segera diprioritaskan.
“Kalau penanganan tidak diperkuat sekarang, kita akan melihat lonjakan kasus dalam waktu dekat. Ini bukan ancaman kecil, ini menyangkut masa depan generasi,” ujarnya.
Puskesmas mengaku tengah memperluas layanan tes HIV gratis serta meningkatkan edukasi dari desa ke desa. Meski demikian, para tenaga kesehatan menekankan bahwa upaya ini tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah desa.
Dengan tren temuan kasus baru yang terus berulang tiap tahun, Pasimarannu kini menghadapi kenyataan pahit: tanpa perubahan, angka 25 hanya awal dari masalah yang lebih besar.
.jpeg)