Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan

Warga menilai volume BBM yang diterima tidak sesuai pembayaran, Pertamina diminta lakukan pemeriksaan teknis.

 

Dokumentasi Selasa 2 Desember 2025, saat antrian berjalan

SELAYARKINISPBU PT Tanri Jaya Utama di Jalan Veteran Benteng, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah warga menduga adanya praktik kecurangan dalam takaran penyaluran BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang berpotensi merugikan konsumen.

Keluhan muncul dari para pengendara yang menilai volume BBM yang mereka terima tidak sebanding dengan jumlah pembayaran.

“Bayarnya normal, tapi yang masuk ke tangki seperti berkurang. Ini sudah sering terjadi dan kami merasa dirugikan,” ujar seorang konsumen, Sasmita, Selasa (2/12).



Selain persoalan takaran, warga juga mengeluhkan pelayanan antrean yang dinilai tidak adil. Pengelola SPBU disebut mengutamakan pengguna yang telah berulang kali mengisi BBM, sementara konsumen yang tertib dalam antrean justru terabaikan.

“Ada yang sudah isi, masuk lagi, langsung dilayani. Kami yang antre dari tadi malah diabaikan. Ini jelas tak fair,” keluh Safry, warga yang turut antre di lokasi.

Pengawasan terhadap penyaluran BBM merupakan kewenangan pemerintah daerah bersama BPH Migas. Di sisi lain, pengelola SPBU wajib menjaga akurasi takaran serta memastikan kualitas layanan kepada masyarakat. Kementerian Perdagangan dan BPH Migas juga memiliki kewajiban melakukan verifikasi berkala terhadap alat ukur SPBU guna mencegah potensi kecurangan.

Jika terbukti terjadi pelanggaran, konsumen berhak mendapatkan pertanggungjawaban dan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang merugikan publik.

Warga meminta Pertamina, Dinas Perdagangan, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, meliputi:

- Keakuratan alat ukur pada dispenser BBM

- Standar pelayanan dan sistem antrean

- Dugaan manipulasi yang mengarah pada kerugian konsumen.

Masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian dalam takaran maupun pelayanan di SPBU.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU PT Tanri Jaya Utama belum memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah keluhan tersebut. Redaksi akan terus memantau perkembangan dan menyampaikan keterangan resmi dari SPBU maupun Pertamina sebagai bentuk pemberitaan berimbang.

Praktik kecurangan dalam pendistribusian BBM dinilai tidak boleh dibiarkan mengingat BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Penegakan pengawasan harus diperketat guna mencegah potensi kerugian publik secara berulang.


Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan
  • Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan
  • Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan
  • Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan
  • Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan
  • Layanan SPBU di Selayar Disorot, Takaran BBM Dipertanyakan

Posting Komentar