BREAKING NEWS

‎Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Pasitallu: Kelalaian Sistem atau Pembiaran?

 ‎

SELAYARKINI - Dugaan penggunaan obat kedaluwarsa di Puskesmas Pasitallu, Kayuadi Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar, memicu keresahan warga setelah sejumlah orang tua pasien mengaku anak mereka menerima obat yang dianggap sudah tidak layak pakai namun tetap diberikan petugas kesehatan.

‎Keluhan itu terungkap pada 7 Desember 2025, saat salah seorang keluarga pasien yang dihubungi melalui pesan WhatsApp menuturkan bahwa mereka sudah dua kali membawa anaknya ke puskesmas dengan keluhan serupa, namun obat yang diberikan tetap menunjukkan tanda kedaluwarsa.

‎ “Sudah dua kali kami bawa anak ke puskes, obatnya begitu terus. Waktu kami protes, bidannya bilang masih bisa digunakan tiga bulan setelah lewat masa kedaluwarsanya. Padahal setahu saya, tiga bulan sebelum kadaluarsa saja itu sudah harus diantisipasi, bukan dipakai setelah lewat,” tegas orang tua pasien tersebut.

‎Menanggapi keluhan warga, Kepala Puskesmas Pasitallu Haidir yang dikonfirmasi pada hari yang sama melalui WhatsApp memilih tidak banyak berkomentar.

‎ “Untuk lebih detailnya, bisa dikonfirmasi ke apotekernya puskesmas,” jawabnya singkat.

‎Sang apoteker, saat dihubungi pada 7 Desember 2025, memberikan klarifikasi bahwa pihaknya baru menerima laporan dari petugas imunisasi yang turun ke lapangan.

‎ “Maaf pak, petugas imunisasi yang turun ke lapangan baru melapor hari ini. Kami sementara melakukan pengecekan di lapangan,” ujarnya.

‎Namun penjelasan itu tidak memuaskan warga. Mereka menilai dugaan pemberian obat kedaluwarsa, terlebih kepada anak-anak, adalah bentuk kelalaian serius yang tidak boleh dibiarkan. Warga mendesak Dinas Kesehatan Kepulauan Selayar untuk segera turun tangan melakukan audit persediaan obat serta mengevaluasi standar operasional pelayanan di Puskesmas Pasitallu.

‎Dengan meningkatnya desakan publik, warga Pasitallu kini menunggu langkah tegas dari dinas kesehatan. Bagi mereka, dugaan penggunaan obat kedaluwarsa tidak hanya menunjukkan potensi lemahnya pengawasan, tetapi juga menjadi ancaman langsung terhadap keselamatan anak-anak yang seharusnya dilindungi layanan kesehatan.

‎Hingga berita ini tayang, belum ada Klarifikasi lanjutkan dari Pihak Kepala Puskesmas hingga Apoteker sejak di lakukan Konfirmasi.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image