Belum Ada SMP, 11 Siswa Tambuna Nyaris Celaka Saat Menyeberang Laut
![]() |
| Ilustrasi oleh Ai |
SELAYARKINI - Sebuah perahu nelayan jenis jolloro yang mengangkut 11 siswa SMP tenggelam di perairan laut Desa Pasittallu Timur, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu sore, sekitar pukul 17.20 WITA.
Perahu tersebut berangkat dari Desa Tambuna menuju Desa Pasittallu Timur untuk mengantar para siswa ke sekolah di pulau tetangga. Para siswa diketahui berangkat lebih awal karena Senin merupakan hari sekolah, sehingga mereka memilih menyeberang pada sore hari agar tidak terlambat masuk sekolah keesokan harinya.
Korban dalam insiden ini merupakan siswa SMP asal Desa Tambuna, karena hingga saat ini Desa Tambuna belum memiliki SMP yang berfungsi, dan sekolah masih dalam tahap pembangunan. Aktivitas menyeberang laut untuk bersekolah disebut sudah menjadi rutinitas harian para siswa.
![]() |
| Kondisi Peralatan sekolah yang sudah tidak layak Pakai |
“Sudah biasa seperti ini, setiap hari anak-anak menyeberang ke desa tetangga untuk sekolah. Tapi baru hari ini tertimpa musibah kapal tenggelam,” ungkap salah seorang warga.
Beruntung, seluruh penumpang jolloro, yakni 11 siswa dan 1 orang nelayan, berhasil selamat. Mereka ditolong oleh sejumlah nelayan yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, nelayan atas nama Taking dari Desa Tambuna turut mengerahkan sekitar lima jolloro untuk menarik perahu yang tenggelam ke permukaan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan pakaian, buku, dan perlengkapan sekolah para siswa basah, bahkan sebagian hilang terbawa ombak. Insiden tersebut juga meninggalkan trauma bagi para orang tua siswa, yang mengaku tidak ingin lagi menyekolahkan anaknya jika harus menyeberang laut setiap hari.
Para orang tua berharap agar pembangunan dan pengoperasian SMP di Desa Tambuna segera difungsikan, demi keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak mereka.



Posting Komentar