Air yang Lama Ditunggu: TMMD Hadir, Warga Tamalanrea Akhirnya Bernapas Lega
SELAYARKINI - Di tengah janji pembangunan yang kerap terasa jauh dari desa, setetes air bersih akhirnya benar-benar hadir di Tamalanrea. Bukan sekadar wacana, melainkan sumur bor yang kini berdiri dan mulai mengalirkan harapan bagi warga.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dijalankan Kodim 1415/Selayar menghadirkan fasilitas sumur bor sebagai jawaban atas kebutuhan paling mendasar masyarakat: air bersih. Kebutuhan yang selama ini justru menjadi persoalan harian, terutama saat musim kemarau datang.
Bertahun-tahun, warga harus berjalan jauh, menguras tenaga, bahkan mengorbankan waktu produktif hanya untuk mendapatkan air. Dalam banyak kasus, air bukan sekadar kebutuhan, tapi perjuangan.
Sumur bor yang dibangun melalui TMMD bukan hanya proyek fisik. Ia menjadi simbol kehadiran negara meski datang lewat seragam loreng di saat kebutuhan dasar warga nyaris terabaikan. Air yang mengalir dari perut bumi Tamalanrea membawa lebih dari sekadar kesejukan; ia membawa rasa diperhatikan.
Program TMMD sendiri dikenal sebagai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Namun di lapangan, yang paling terasa adalah dampak langsungnya: infrastruktur hadir, kebutuhan dasar terpenuhi, dan harapan kembali tumbuh.
Meski demikian, pertanyaan yang lebih besar tetap menggantung: mengapa kebutuhan sepenting air bersih baru terpenuhi melalui program sementara?
Di sisi lain, warga memilih tidak larut dalam pertanyaan itu. Mereka menyambut sumur bor ini dengan rasa syukur, sembari berharap fasilitas tersebut dapat dijaga bersama agar manfaatnya terus berkelanjutan.
Di Tamalanrea, air kini bukan lagi sekadar kebutuhan yang dikejar. Ia telah menjadi bukti bahwa ketika pembangunan benar-benar menyentuh dasar kehidupan, dampaknya terasa nyata dan tak perlu banyak kata untuk menjelaskannya.
