Akses Jalan dan Pengelolaan Wisata Disorot, Dinas Terkait Diminta Transparan Soal Data dan Perencanaan
![]() |
| Ilustrasi Foto Air Terjun Suttia yang sebelumnya di gabungkan Tapi Akses Sulit |
SELAYARKINI - Sorotan terhadap pembangunan akses jalan dan pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar kian menguat. Sejumlah pihak menilai, arah pembangunan yang berjalan selama ini belum sepenuhnya berbasis data yang terbuka dan terukur.
Minimnya transparansi data dari dinas terkait dinilai menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan program di lapangan. Beberapa proyek infrastruktur, termasuk akses jalan menuju kawasan wisata, disebut belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
“Banyak program yang terlihat baik di atas kertas, namun realisasinya di lapangan tidak sesuai. Ini karena perencanaan tidak didukung data yang jelas dan terbuka,” ungkap salah satu sumber Penggiat Wisata Selayar
Selain itu, pengelolaan destinasi wisata juga dinilai belum memiliki arah yang konsisten. Di beberapa lokasi, masyarakat bahkan mengambil inisiatif sendiri untuk membangun dan mengembangkan potensi wisata tanpa pendampingan yang memadai dari pemerintah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait peran dinas teknis dalam melakukan perencanaan, pendampingan, hingga evaluasi program. Tanpa data yang valid dan terintegrasi, pembangunan dinilai berisiko tidak tepat sasaran dan sulit berkelanjutan.
Sorotan juga mengarah pada pola kebijakan yang kerap berubah setiap pergantian kepemimpinan, sehingga program sebelumnya tidak dilanjutkan secara maksimal. Akibatnya, sejumlah infrastruktur yang telah dibangun tidak dimanfaatkan secara optimal.
Dinas terkait pun didorong untuk lebih terbuka dalam menyajikan data perencanaan dan capaian program kepada publik. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, terarah, dan dapat diawasi bersama.
Masyarakat berharap ke depan, setiap program pembangunan tidak hanya berorientasi pada realisasi fisik, tetapi juga didukung oleh data yang akurat serta perencanaan yang matang, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi daerah.
.jpeg)