Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan

Selayarkini – Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar tak hanya menyisakan duka, tetapi juga membuka sederet pertanyaan yang kini mengarah pada sistem pengawasan pelayaran. Sorotan publik kini tertuju kepada Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jampea, menyusul munculnya dugaan kapal mengalami gangguan mesin serta adanya penumpang yang tidak tercantum dalam manifes resmi.

Fakta yang mulai terungkap di lapangan menunjukkan adanya selisih data antara manifes penumpang dan daftar korban yang dihimpun dari keluarga maupun tim pendataan. Sejumlah nama yang disebut berada di atas kapal diduga tidak tercatat dalam dokumen manifes.

Jika dugaan tersebut benar, maka persoalannya bukan lagi sekadar kecelakaan laut, melainkan menyangkut kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran. Manifes merupakan dokumen resmi yang wajib memuat identitas seluruh penumpang sebagai dasar pengawasan, pencarian, hingga proses evakuasi ketika terjadi keadaan darurat.

Di sisi lain, beredar informasi bahwa KM Nurul Salsa sempat mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya mengalami musibah. Informasi ini memunculkan pertanyaan apakah kondisi teknis kapal telah diperiksa secara menyeluruh sebelum diberangkatkan dan bagaimana proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Apabila kapal benar berlayar dalam kondisi tidak laik atau terdapat penumpang yang tidak masuk dalam manifes, maka publik berhak mengetahui bagaimana mekanisme pengawasan yang dijalankan di pelabuhan keberangkatan.

Sejumlah kalangan menilai insiden ini harus diusut secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada penyebab tenggelamnya kapal, tetapi juga pada aspek administrasi dan pengawasan. Proses pemeriksaan terhadap nahkoda, pemilik kapal, petugas pelabuhan, hingga pihak yang bertanggung jawab atas penerbitan dokumen pelayaran dinilai penting dilakukan untuk mengungkap apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur.

Pertanyaan yang kini menunggu jawaban UPP Jampea antara lain:

  • Apakah KM Nurul Salsa telah dinyatakan laik laut sebelum berlayar?
  • Benarkah kapal mengalami gangguan mesin sebelum insiden?
  • Mengapa muncul dugaan adanya penumpang yang tidak tercantum dalam manifes?
  • Siapa yang bertanggung jawab atas pemeriksaan manifes dan jumlah penumpang sebelum kapal diberangkatkan?
  • Apakah seluruh prosedur penerbitan Surat Persetujuan Berlayar telah dijalankan sesuai ketentuan?

Hingga berita ini tayang, Selayarkini.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala UPP Jampea maupun pihak terkait lainnya. Demi menjaga keberimbangan pemberitaan, penjelasan resmi dari UPP Jampea akan dimuat setelah diperoleh.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan
  • Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan
  • Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan
  • Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan
  • Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan
  • Ada Apa dengan UPP Jampea? Mesin KM Nurul Salsa Diduga Bermasalah, Penumpang Tak Masuk Manifes, Pengawasan Dipertanyakan

Posting Komentar