Data Penumpang KM Nurul Salsa Terus Diverifikasi, Muncul Daftar Korban Selamat dan Dugaan Korban Belum Ditemukan
Selayarkini – Proses pendataan penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, terus dilakukan oleh tim gabungan. Di tengah proses evakuasi, beredar daftar nama penumpang yang disebut sebagai korban selamat berdasarkan manifes, serta daftar dugaan korban yang masih menunggu proses verifikasi.
Dari dokumen yang dihimpun, tercatat 21 nama penumpang yang berada dalam manifes dan dinyatakan selamat. Mereka di antaranya Farhan Ihwani, Asmar, Rosmaeni, Sofyan, Hj. Ganri, Hj. Ratang, Hal Miati, Ismail, Abra, Abna, Wildayanti, Andi Ratu, Ardawati, Nur Aeda, Acil, Daeng Jinar, Syahrir, Woril, Isya, Imel Aulia, dan Arfandi.
Sementara itu, pada lembar pendataan lainnya tercantum 24 nama yang diduga menjadi korban, yakni Qifa, Bou Masing, Sitihul Amin, Hasriani, Salla, Anhar, Nasrawanti, Riswan, Junaedi, Madang, Jumarni, Malik, Mari Daeng, Umar, Naura, Naya, Asyadi, Nurhayanti, Yusrianti, Asseng, Malida, Hasbi, Ya/Iva, dan Rosmaeni.
Dikonfirmasi salah seorang Anggota Polsek Pasimasunggu Bayu Satria, mengatakan saat ini kami belum bisa memastikan Berapa koran yang belum selamat dan meninggal karena masih berusaha melakukan pencarian". Singkatnya 16/07/2026
Hingga berita ini diterbitkan, status seluruh nama tersebut masih menunggu verifikasi resmi dari Posko Penanganan KM Nurul Salsa. Tim gabungan masih melakukan pencocokan identitas dengan data manifes serta laporan dari keluarga korban.
Sebelumnya, kapal yang mengangkut puluhan penumpang itu dilaporkan mengalami musibah saat berlayar di wilayah perairan Pasimasunggu. Informasi sementara juga menyebutkan adanya sejumlah penumpang yang tidak tercantum dalam manifes, sehingga proses pendataan menjadi lebih kompleks.
Pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, Syahbandar, pemerintah daerah, nelayan, dan relawan. Masyarakat diimbau menunggu informasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi simpang siur data mengenai jumlah korban maupun identitas penumpang.
Baca Juga:


Posting Komentar