Keluarga Korban KM Nurul Salsa Buka Suara: Jangan Biarkan Tragedi Ini Terulang
Selayarkini – Di balik operasi pencarian yang masih berlangsung, suara keluarga korban akhirnya pecah. Mereka tidak datang untuk saling menyalahkan, tetapi membawa satu harapan besar agar tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa menjadi pelajaran terakhir dan tidak pernah terulang di perairan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Andi Ahmad, keluarga dari sejumlah korban sekaligus warga asli Jampea. Menurutnya, tragedi tersebut meninggalkan luka yang tidak akan mudah hilang. Anak kehilangan orang tua, orang tua kehilangan anak, sementara korban selamat harus bertahan hidup selama berhari-hari di tengah laut sebelum akhirnya diselamatkan tim SAR dan nelayan.
Andi turut mengungkapkan duka yang menimpa enam anggota keluarganya. Di antaranya Nur Hayati, Nusri Yanti yang tengah hamil sembilan bulan, Asin dan Diska yang berhasil bertahan hidup setelah tiga hari tiga malam terombang-ambing di lautan, serta Malida bersama suaminya Hasbi. Diska yang masih berusia delapan tahun kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan kedua orang tuanya dalam musibah tersebut.
Keluarga korban juga meminta agar seluruh proses penyelidikan dilakukan secara terbuka. Apabila nantinya terbukti terdapat kelebihan muatan, kelalaian pemeriksaan kelayakan kapal, maupun lemahnya pengawasan sebelum keberangkatan, mereka berharap semua pihak yang bertanggung jawab tidak luput dari proses hukum. Menurut mereka, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan apa pun.
Selain meminta penegakan hukum, keluarga korban menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah, yakni pemberian sanksi tegas bagi pihak yang terbukti lalai, kompensasi bagi seluruh korban, serta pendampingan kesehatan fisik dan psikologis bagi para penyintas. Andi Ahmad bahkan menyatakan kesiapannya sebagai tenaga kesehatan untuk ikut mendampingi para korban apabila dibutuhkan dalam proses pemulihan pasca Tragedi.
Baca Juga:


Posting Komentar