KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi


Selayarkini – Hingga sehari setelah insiden tenggelamnya KLM Nurul Salsa pada Rabu (15/7/2026), Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jampea belum memberikan keterangan resmi meski telah beberapa kali dikonfirmasi oleh media.
‎Padahal, insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah data sementara dari Basarnas menunjukkan jumlah korban mencapai 74 orang, terdiri dari 49 orang selamat, 1 orang meninggal dunia (MD), dan 24 orang masih dalam pencarian (DP). Jumlah ini jauh melebihi manifes awal yang sebelumnya tercatat hanya 45 penumpang, sehingga memunculkan dugaan adanya puluhan penumpang yang tidak terdata.
‎Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan keberangkatan kapal, mulai dari pemeriksaan dokumen, validitas manifes, hingga pemenuhan standar keselamatan sebelum kapal diizinkan berlayar.
‎Mengacu pada informasi yang dipublikasikan melalui laman resmi uppjampea.org, Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jampea memiliki tugas mengatur dan mengendalikan kegiatan kepelabuhanan, termasuk pengaturan lalu lintas kapal, pengawasan kegiatan pemuatan dan pembongkaran barang, serta memastikan seluruh aktivitas kepelabuhanan berlangsung dengan aman. Selain itu, UPP juga bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap kepatuhan peraturan dan standar keselamatan pelayaran yang berlaku di pelabuhan.
‎Dengan tugas dan kewenangan tersebut, publik kini mempertanyakan bagaimana proses pengawasan terhadap KLM Nurul Salsa sebelum kapal bertolak, termasuk terkait kesesuaian jumlah penumpang dengan manifes serta kelayakan kapal untuk berlayar.
‎Di ketahui, Hingga saat ini diPelabuhan Benteng Jampea, keluarga korban masih bertahan menunggu kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan.
‎Sementara itu satu korban meninggal dunia yang sebelumnya berhasil dievakuasi telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Kamis sore.
‎Upaya pencarian dilakukan warga sejak Kamis pagi, dengan mengerahkan empat perahu dari Pulau Bembe, Kecamatan Pasimasunggu. Dua perahu bahkan menyisir hingga perairan Sabalana, namun hingga Kamis sore belum menemukan korban.
‎"Empat perahu dikerahkan melakukan pencarian. Dua di antaranya sampai ke perairan Sabalana, tetapi belum ada hasil," kata Petugas Pelabuhan Benteng Jampea, Suparman.
‎Suparman mengatakan masih ada keluarga korban yang bertahan di pelabuhan menunggu kabar. "Ada ibu yang menunggu anaknya, ada juga yang menunggu ibunya. Semoga segera ada kabar baik," ujarnya.
‎Hingga berita ini diterbitkan, Kepala UPP Kelas III Jampea Moh. Nasir Rajab, S.SiT, M. MTr belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan media. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab apabila pihak UPP Kelas III Jampea memberikan penjelasan atau klarifikasi terkait insiden tersebut.
‎Di sisi lain, tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap 24 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Publik berharap investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab tenggelamnya KLM Nurul Salsa sekaligus mengevaluasi sistem pengawasan keselamatan pelayaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi
  • KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi
  • KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi
  • KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi
  • KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi
  • KLM Nurul Salsa Tenggelam, Kepala UPP Jampea Belum Buka Suara Meski Berulang Kali Dikonfirmasi

Posting Komentar