Operasi SAR KLM Nurul Salsa Ditutup Sementara, 14 Korban Masih Belum Ditemukan
Selayarkini – Tim SAR Gabungan resmi menutup sementara operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (24/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah operasi berlangsung selama 10 hari sesuai standar prosedur Basarnas, meski masih terdapat 14 korban yang belum ditemukan.
Penutupan sementara diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Pos SAR Selayar. Meski operasi dihentikan, Posko SAR tetap dibuka untuk memantau perkembangan di lapangan. Basarnas menegaskan, apabila muncul informasi atau tanda-tanda baru terkait keberadaan korban, operasi pencarian akan kembali dibuka.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang hingga kini masih menanti kepastian nasib anggota keluarganya. Atas nama Pemerintah Daerah, ia mengapresiasi dedikasi seluruh personel Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, nelayan, dan masyarakat yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa harus menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut di wilayah Kepulauan Selayar. Pemerintah juga memastikan para korban akan memperoleh perlindungan BPJS sesuai ketentuan administrasi yang berlaku.
Apresiasi khusus turut diberikan kepada nelayan Sabalana serta kapal-kapal dari Kabupaten Bulukumba yang sejak awal ikut membantu proses pencarian dan penyelamatan korban.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar menyampaikan jumlah penumpang KLM Nurul Salsa berdasarkan pendataan sebanyak 76 orang. Hingga hari terakhir operasi, sebanyak 50 penumpang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 12 korban ditemukan meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 14 korban yang belum ditemukan.
Kapolres menegaskan penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus berjalan. Pemeriksaan terhadap awak kapal telah dilakukan, sementara nahkoda, agen kapal, dan pihak Syahbandar masih dalam proses penyelidikan.
Ia juga mengimbau para kepala desa, Kapolsek, nelayan, dan masyarakat pesisir agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan informasi atau tanda-tanda yang berkaitan dengan korban yang masih hilang.
Di sisi lain, Syahbandar Selayar menyatakan akan memperketat pengawasan keselamatan pelayaran, mulai dari pemeriksaan kondisi fisik kapal, kapasitas penumpang, hingga muatan sebelum kapal diberangkatkan.
Selain itu, pengawasan terhadap operasional kapal penumpang akan ditingkatkan. Penyediaan jaket pelampung, perlindungan BPJS bagi awak kapal, serta jaminan asuransi bagi seluruh penumpang juga menjadi bagian dari evaluasi pascakecelakaan.
Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Seksi Operasi SAR membacakan berita acara penutupan sementara Operasi SAR yang berlangsung sejak 15 hingga 24 Juli 2026. Ia menegaskan penghentian operasi bukan berarti pencarian berakhir sepenuhnya.
"Basarnas tetap melakukan pemantauan dan koordinasi. Apabila terdapat informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai keberadaan korban, operasi SAR akan segera dibuka kembali," tegasnya.
Pada sesi dialog, perwakilan keluarga korban, Naura, berharap pencarian tetap dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan. Menanggapi hal itu, Basarnas memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Pemerintah Kabupaten Pangkep, serta seluruh instansi terkait akan terus dilakukan untuk menindaklanjuti setiap informasi yang masuk.
Sementara itu, Kasat Polairud Polres Kepulauan Selayar berharap pemerintah segera menghadirkan armada kapal penumpang yang lebih layak dan memenuhi standar keselamatan. Menurutnya, kecelakaan laut yang berulang di wilayah Kepulauan Selayar menjadi peringatan bahwa sistem transportasi laut harus segera dibenahi demi melindungi keselamatan masyarakat.

.jpg)

Posting Komentar