Armada Damkar Rusak Tak Terpelihara, Erfan Tamsil Tagih Fungsi Pengawasan 25 Anggota DPRD
Selayarkini — Kebakaran dua rumah warga di Dusun Siholung, Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali menyoroti persoalan kesiapan armada pemadam kebakaran di wilayah tersebut.
Api dilaporkan telah padam sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Armada yang berfungsi disebut masih berasal dari Kota Benteng, sementara jarak menuju sejumlah wilayah kecamatan cukup jauh.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan dari Erfan Tamsil, warga sekaligus pemuda Bontosikuyu, bukan hanya kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, tetapi juga kepada 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Selayar.
Erfan mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan DPRD terhadap kondisi sejumlah armada pemadam kebakaran yang disebut rusak dan tidak mendapatkan pemeliharaan secara optimal.
Menurutnya, persoalan armada Damkar seharusnya menjadi perhatian bersama karena menyangkut pelayanan dasar dan keselamatan masyarakat.
"25 anggota DPRD itu ke mana saat beberapa armada pemadam kebakaran rusak dan tidak mendapatkan pemeliharaan?" kata Erfan.
Ia menilai para wakil rakyat memiliki ruang untuk mempertanyakan kondisi fasilitas pelayanan publik tersebut kepada pemerintah daerah melalui fungsi pengawasan dan pembahasan anggaran.
Menurut Erfan, persoalan ini tidak seharusnya baru menjadi perhatian setelah terjadi kebakaran.
"Jangan nanti setelah ada kejadian baru semua bergerak. Kalau armada sudah lama rusak, siapa yang mengawasi? Ini yang harus dipertanyakan," ujarnya.
Armada Rusak serta Jarak Jadi Persoalan, Kondisi armada Damkar yang disebut tidak berfungsi menjadi semakin krusial bagi wilayah seperti Bontosikuyu.
Ketika terjadi kebakaran, armada yang berada di Kota Benteng harus menempuh perjalanan menuju lokasi. Dalam kasus kebakaran di Dusun Siholung, api bahkan disebut telah padam sebelum armada tiba.
Bagi Erfan, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi eksekutif maupun legislatif.
Ia meminta DPRD tidak hanya menjalankan fungsi representasi masyarakat dalam ruang sidang, tetapi juga memastikan berbagai persoalan pelayanan publik di daerah menjadi perhatian.
Musim Panas, Kesiapsiagaan Dipertanyakan, Sorotan tersebut juga muncul di tengah kondisi panas berkepanjangan yang dinilai meningkatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.
Erfan berharap Pemkab Selayar dan DPRD segera melakukan evaluasi terhadap armada Damkar yang rusak, termasuk memastikan adanya pemeliharaan serta ketersediaan armada yang siap digunakan di wilayah kecamatan.
"Jangan hanya sekadar pencitraan di masyarakat. Kalau ada armada yang rusak, harus diperbaiki. Kalau memang membutuhkan anggaran, DPRD juga harus mempertanyakan dan mengawalnya," tegasnya.
DPRD dan Pemkab Selayar Ditunggu Penjelasannya, Sorotan Erfan tersebut sekaligus menjadi pertanyaan publik yang membutuhkan jawaban dari DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Berapa unit armada Damkar yang saat ini mengalami kerusakan? Mengapa armada tersebut belum mendapatkan pemeliharaan? Berapa anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan armada Damkar? Dan bagaimana strategi pemerintah memastikan wilayah yang jauh dari Kota Benteng tetap mendapatkan respons cepat ketika terjadi kebakaran?
Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka, Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan keberadaan armada pemadam kebakaran secara administratif, tetapi membutuhkan armada yang benar-benar siap digunakan ketika keadaan darurat terjadi.
Kini sorotan tidak hanya tertuju pada armada Damkar yang rusak, tetapi juga pada fungsi pengawasan 25 anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar. Ketika fasilitas pemadam tidak siap digunakan dan api keburu padam sebelum armada tiba, publik tentu berhak mempertanyakan sejauh mana persoalan ini telah diawasi dan diperjuangkan oleh para wakil rakyat.
Baca Juga:

Posting Komentar