Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit



Selayarkini - Peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September menjadi momentum untuk mendorong kebijakan pertanian yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Ketua DPD PSI Kepulauan Selayar, Hj. Andi Putriana, mengatakan peringatan Hari Tani Nasional seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memastikan program pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani.

“Petani kita wajib sejahtera. Mereka bukan hanya orang yang memproduksi pangan, tetapi juga menjadi salah satu penopang ekonomi daerah. Karena itu, perhatian terhadap petani harus diwujudkan dalam program yang nyata, berkelanjutan dan menyentuh kebutuhan mereka,” ujar Andi Putriana.

Menurut dia, Kepulauan Selayar memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan sehingga program pemerintah daerah untuk memperkuat sektor tersebut perlu mendapat dukungan sekaligus pengawalan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani.

Ia menyoroti program GEMERLAP (Gerakan Menanam Lima Juta Kelapa) dan GEMETAR (Gerakan Menanam Batara) yang digagas Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor pertanian.

Program tersebut antara lain mendorong penanaman kelapa secara bertahap dengan mengintegrasikan tanaman jagung sebagai tanaman sela. Pola tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan nilai ekonomi bagi petani selama tanaman perkebunan belum memasuki masa produksi.

“GEMERLAP dan GEMETAR harus kita sukseskan bersama. Ini bukan hanya pekerjaan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan petani, kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh, dunia usaha, perbankan dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Andi Putriana mengatakan keberhasilan program pertanian tidak semestinya hanya diukur berdasarkan jumlah bibit yang ditanam atau luas lahan yang dikembangkan.

Menurutnya, indikator yang lebih penting mencakup peningkatan pendapatan petani, kepastian pasar, akses terhadap pembiayaan, pendampingan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat tani.

“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa pohon yang ditanam, berapa hektare lahan yang dibuka, tetapi lupa menghitung apakah pendapatan petani meningkat. Ukuran keberhasilan pembangunan pertanian pada akhirnya adalah kesejahteraan petaninya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menempatkan petani sebagai subjek pembangunan, bukan hanya sebagai penerima bantuan atau program pemerintah.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, petani, kelompok tani, penyuluh, pelaku usaha dan lembaga perbankan dinilai diperlukan agar program pengembangan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sebelumnya telah mendorong berbagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan GEMERLAP-GEMETAR, termasuk melalui kerja sama dengan dunia usaha dan perbankan serta dukungan pembiayaan bagi petani.

“Hari Tani Nasional harus menjadi pengingat bahwa ketika petani sejahtera, ekonomi daerah ikut bergerak. Mari kita jadikan GEMERLAP dan GEMETAR bukan sekadar slogan, tetapi gerakan bersama yang memberikan masa depan lebih baik bagi petani Selayar,” kata Andi Putriana.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit
  • Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit
  • Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit
  • Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit
  • Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit
  • Hari Tani Nasional, PSI Selayar Minta Program Pertanian Tak Sekadar Hitung Jumlah Bibit

Posting Komentar