Antrean BBM Mengular di Selayar, Warga Sindir Pemerintah Minim Solusi
![]() |
| Lokasi Pertashop Ahmad Yani |
SELAYARKINI – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dan APMS di Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi potret krisis distribusi BBM yang kian meresahkan warga, terutama di tengah momentum Ramadan 1447 H. Kondisi ini terjadi seiring kabar kosongnya stok BBM yang dirasakan hampir merata di berbagai titik.
Kelangkaan BBM tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga memicu sorotan tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dan DPRD. Warga menilai, di tengah situasi yang semakin menyulitkan, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan penjelasan sekaligus solusi konkret.
“Harusnya pemerintah dan DPRD ada di tengah masyarakat, bukan hanya diam. Ini menyangkut kebutuhan dasar,” ujar Hendra di lokasi antrean. 19/02/2026
Salah satu warga, Dhian, yang turut mengantre hingga menjelang waktu berbuka puasa, membenarkan kondisi tersebut. Ia juga menyinggung pemberitaan media online yang sebelumnya mengangkat persoalan serupa.
“Memang betul yang diberitakan, BBM kosong dan kami harus antre panjang. Bahkan sampai mau buka puasa masih di sini,” ungkapnya.
Situasi ini pun menuai sindiran dari masyarakat yang menilai pemerintah lebih fokus pada pencitraan dibandingkan penanganan krisis yang terjadi. Warga berharap ada langkah cepat dan transparan dari pihak terkait agar distribusi BBM kembali normal dan aktivitas ekonomi tidak semakin terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan DPRD segera turun tangan dengan langkah nyata dan transparan, agar kelangkaan BBM tidak terus berlarut. Tanpa solusi cepat, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin menekan aktivitas ekonomi dan memperburuk kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.




