Warga Selayar Duga SPBU Timbun Stok BBM
SELAYARKINI - Menjelang Ramadan, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Selayar memicu keresahan warga. Kekosongan stok di sejumlah SPBU dan tingkat pengecer memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM, baik di SPBU maupun dari penjual eceran. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat karena kekosongan terjadi hampir bersamaan di sejumlah titik.
Sejumlah warga menilai hilangnya stok BBM secara tiba-tiba bukan sekadar persoalan distribusi, melainkan diduga ada unsur kesengajaan untuk memainkan harga di pasaran menjelang meningkatnya kebutuhan di bulan suci.
Salah seorang warga Selayar, Rasak, mempertanyakan kondisi tersebut.
“Kenapa secara tiba-tiba stok BBM hilang di SPBU maupun pengecer,” ujarnya singkat, Selasa (17/2/2026).
Komentar serupa juga datang dari warga Benteng, Ria, yang mengaku kesulitan menemukan penjual BBM.
“Dimana ada penjual bensin?” katanya, menggambarkan situasi yang dihadapi warga saat ini.
Kelangkaan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari pengendara ojek, nelayan, hingga pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengawasan dan memberikan klarifikasi resmi. Transparansi distribusi dinilai penting agar tidak berkembang spekulasi di tengah masyarakat serta memastikan pasokan BBM kembali normal menjelang Ramadan.
.jpeg)



