Cemburu Jadi Motif, Pria di Makassar Diduga Racuni Wanita Asal Selayar hingga Tewas
Selayarkini — Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengungkap kasus kematian seorang perempuan asal Kabupaten Kepulauan Selayar berinisial MAF (40), yang ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar penginapan di Jalan Pelita, Kota Makassar, Rabu malam (20/5/2026).
Terduga pelaku diketahui berinisial EB (40), seorang karyawan swasta yang berdomisili di kawasan Tamalanrea, Makassar. Ia diamankan tim gabungan Unit Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes Makassar, dan Polsek Rappocini tidak lama setelah jasad korban ditemukan.
Korban sebelumnya diketahui menginap di lokasi tersebut sejak 17 Mei 2026 bersama seorang pria yang identitasnya masih didalami polisi. Kecurigaan pihak penginapan muncul setelah korban tidak pernah terlihat keluar kamar hingga masa sewanya habis.
Saat dilakukan pengecekan dari luar kamar melalui jendela, korban ditemukan dalam kondisi terlentang dan tidak bergerak. Dari mulut dan hidung korban terlihat mengeluarkan darah.
Kanit Resmob AKP Wawan Suryadinata menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan pembunuhan berencana dengan menggunakan campuran obat.
“Pelaku mengaku menghancurkan empat butir obat asam mefenamat lalu mencampurkannya ke dalam air mineral milik korban,” ujar AKP Wawan.
Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi tersebut didasari rasa cemburu setelah mengetahui korban diduga memiliki hubungan dengan pria lain. Minuman yang telah dicampur obat itu diberikan kepada korban saat baru bangun tidur.
Keesokan harinya, EB kembali mendatangi penginapan dan melihat kondisi korban sudah tidak sadarkan diri dari luar jendela kamar. Namun pelaku memilih meninggalkan lokasi tanpa melapor kepada pihak berwenang.
Polisi juga mengungkap bahwa sebelum kejadian, pelaku sempat mencari informasi di internet mengenai dampak overdosis obat terhadap tubuh manusia.
EB baru mengetahui korban telah meninggal dunia saat aparat kepolisian datang menangkapnya di rumahnya di kawasan Tamalanrea.
Saat ini terduga pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna menjalani proses autopsi.
Penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.


Posting Komentar