Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor

Penanaman bibit kedelai Migo AL 1-89 sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Selayarkini - Hamparan lahan di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat pagi (22/5/2026), tampak ramai sejak matahari mulai meninggi. Sejumlah pejabat TNI, pemerintah daerah, petani, hingga masyarakat berkumpul dalam satu agenda besar: Penanaman bibit kedelai Migo AL 1-89 sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

‎Kegiatan yang diprakarsai Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar itu menjadi simbol penguatan kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam sektor pertanian.

‎Dankodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, hadir langsung memimpin kegiatan tersebut. Kehadirannya di tanah kelahiran sendiri mendapat sambutan hangat dari masyarakat Selayar.

‎Turut hadir dalam kegiatan itu Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, unsur Forkopimda Sulawesi Selatan, pejabat TNI-Polri, anggota DPR RI, hingga tokoh masyarakat dan kelompok tani.

‎Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan, Dr. M. Ilyas, Pemerintah Provinsi Sulsel menilai pengembangan kedelai menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.

‎Menurutnya, kebutuhan kedelai nasional terus meningkat setiap tahun, sementara produksi dalam negeri masih perlu ditingkatkan agar ketergantungan impor dapat ditekan secara bertahap.

‎“Program seperti ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri. Harus ada kerja bersama antara pemerintah, TNI, petani, akademisi, dan seluruh pihak terkait,” ujarnya.

‎Ia menyebut Sulawesi Selatan memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah penyangga produksi kedelai nasional, apalagi dengan dukungan lahan pertanian dan keterlibatan aktif masyarakat tani.

‎Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, mengatakan penanaman kedelai di Selayar menjadi pengalaman baru sekaligus peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

‎Menurutnya, selama ini kedelai belum menjadi komoditas utama petani di wilayah kepulauan tersebut. Karena itu, program ini diharapkan mampu membuka wawasan baru bagi masyarakat tani untuk mengembangkan sektor pertanian yang lebih beragam.

‎“Ini langkah awal yang sangat baik. Hari ini baru dimulai sekitar 30 hektare, tetapi target pengembangannya mencapai 100 hektare,” kata Natsir Ali.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodaeral VI yang memilih Selayar sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program nasional penanaman kedelai.

‎Bagi masyarakat Selayar, lanjutnya, sosok Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz bukan hanya pejabat tinggi TNI AL, tetapi juga putra daerah yang tetap menunjukkan perhatian terhadap kampung halaman.

‎“Beliau membawa semangat dan motivasi bagi masyarakat Selayar untuk terus maju,” ucapnya.

‎Dalam sambutannya, Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa.

‎Menurutnya, negara yang kuat bukan hanya diukur dari kekuatan pertahanannya, tetapi juga dari kemampuannya memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri dan berkelanjutan.

‎Ia mengatakan program penanaman kedelai tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.

‎“Kita harus mulai memperkuat pangan dari daerah sendiri, dari desa sendiri, dan dari tangan para petani kita,” tegasnya.

‎Ia juga mengajak generasi muda agar tidak memandang sektor pertanian sebagai bidang yang tertinggal. Menurutnya, pertanian modern justru membutuhkan inovasi, kreativitas, dan keterlibatan anak muda.

‎Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Penyerahan bantuan bibit kedelai dan paket sembako kepada masyarakat secara simbolis. Para pejabat bersama petani kemudian turun langsung ke lahan melakukan penanaman perdana bibit kedelai Migo AL 1-89.

‎Suasana kebersamaan tampak terasa sepanjang kegiatan. Sejumlah petani terlihat antusias berdiskusi mengenai pola tanam dan harapan terhadap hasil panen ke depan.

‎Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WITA itu ditutup dengan ramah tamah bersama masyarakat dan kelompok tani setempat

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor
  • Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor
  • Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor
  • Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor
  • Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor
  • Dari Selayar untuk Indonesia, Penanaman Kedelai Ini Disebut Bisa Tekan Ketergantungan Impor

Posting Komentar