Selayar Terima Rp15 Miliar dari Gubernur Sulsel, Warga Bonea Makmur: Jangan Lupakan Jalan Kami yang Rusak
Selayarkini – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar kembali menerima bantuan keuangan sebesar Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sulawesi Selatan dalam rangkaian kegiatan Jalan Santai Anti Mager yang digelar di Lapangan Pemuda Benteng, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Selatan menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah kepulauan serta menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan di wilayah kepulauan,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari sumber Media Humas Pemkab Selayar.
Meski kabar kucuran anggaran tersebut disambut positif, sejumlah warga di lapangan masih menyuarakan harapan agar perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kondisi infrastruktur jalan di wilayah pedesaan.
Di Desa Bonea Makmur, Kecamatan Bontomanai, masyarakat mengeluhkan kondisi jalan penghubung antar desa yang hingga kini masih mengalami kerusakan di beberapa titik. Jalan tersebut diketahui menjadi akses utama aktivitas warga sehari-hari.
Selain sebagai jalur mobilitas masyarakat, ruas jalan itu juga berperan penting dalam mendukung perekonomian warga, khususnya petani yang mengandalkan akses tersebut untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke pasar.
Andara, warga setempat, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun ia berharap, anggaran tersebut juga benar-benar menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat di tingkat desa.
“Kami tentu bersyukur Selayar mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Harapan kami, bantuan ini juga bisa menyentuh kebutuhan masyarakat di desa, terutama perbaikan jalan yang selama ini menjadi akses utama warga,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Ia menambahkan, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin terasa saat musim hujan tiba. Beberapa titik menjadi licin dan sulit dilalui, sehingga mengganggu aktivitas warga.
“Kalau jalan diperbaiki, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Petani lebih mudah membawa hasil panen, anak-anak lebih nyaman ke sekolah, dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan juga tidak kesulitan lagi,” tambahnya.
Bagi warga Bonea Makmur, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan dasar yang menentukan kelancaran ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat desa.
Kini, masyarakat berharap bantuan Rp15 miliar tersebut benar-benar dapat diwujudkan dalam bentuk program pembangunan yang nyata, bukan hanya sekadar agenda seremonial. Mereka ingin agar perhatian pemerintah menjangkau hingga pelosok, termasuk ruas-ruas jalan yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan warga Kepulauan Selayar.


Posting Komentar