‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan

 


Selayarkini – Pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buki menjadi sorotan setelah Pemerintah Kecamatan Buki mengungkap masih adanya kelompok sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum menerima manfaat layanan tersebut.

‎Sorotan itu disampaikan Camat Buki, Dempak, S.Pd., saat menghadiri kegiatan Rembug Stunting Tingkat Desa Balang Butung yang berlangsung di aula kantor desa, Senin (8/6/2026).

‎Dalam kesempatan tersebut, Dempak mengaku Pemerintah Kecamatan Buki kerap menerima keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan layanan SPPG di wilayahnya. Keluhan yang muncul tidak hanya menyangkut minimnya koordinasi dengan pemerintah setempat, tetapi juga belum meratanya cakupan penerima manfaat program MBG.

‎"Kami sering menerima aduan dari masyarakat terkait pelayanan SPPG. Yang menjadi perhatian, masih ada kelompok sasaran yang seharusnya menerima manfaat program ini, namun hingga sekarang belum terlayani," kata Dempak.

‎Menurutnya, program MBG tidak hanya menyasar peserta didik di sekolah, tetapi juga diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

‎Namun, berdasarkan laporan yang diterima pemerintah kecamatan, terdapat sedikitnya dua lokasi posyandu di Kecamatan Buki yang belum mendapatkan layanan MBG, yakni Posyandu Cempaka V di Dusun Ampangan, Desa Balang Butung, serta Posyandu di Dusun Bontodatara, Desa Lalang Bata.

‎"Kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di dua lokasi tersebut sampai hari ini belum menerima layanan dari SPPG. Ini tentu menjadi perhatian serius karena mereka termasuk sasaran utama program," ujarnya.

‎Selain persoalan jangkauan layanan, Dempak juga menyoroti pola koordinasi pengelola SPPG Buki yang dinilai belum berjalan maksimal. Menurutnya, pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa sering kali tidak mendapatkan informasi terkait perkembangan pelaksanaan program di lapangan.

‎Padahal, kata dia, pemerintah setempat memiliki peran penting dalam membantu memastikan pelayanan berjalan baik dan tepat sasaran.

‎"Kalau ada kendala operasional atau perubahan dalam pelaksanaan program, seharusnya ada komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Dengan begitu, kami bisa membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat," jelasnya.

‎Dempak menambahkan, sebagai Ketua Satgas MBG tingkat kecamatan, pihaknya memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program, mulai dari memastikan distribusi makanan berlangsung tepat waktu, memantau kelayakan dapur, hingga memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

‎Karena itu, ia berharap SPPG Buki melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang dijalankan, terutama dalam memastikan seluruh kelompok sasaran dapat terlayani tanpa terkecuali.

‎Senada dengan itu, Kepala Desa Balang Butung, Muslimin, mengaku pemerintah desa belum pernah dilibatkan dalam koordinasi terkait pelayanan MBG kepada kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayahnya.

‎Ia menyebut, Posyandu Cempaka V di Dusun Ampangan hingga kini belum pernah menerima layanan MBG dari SPPG Buki, meski program tersebut telah berjalan cukup lama di wilayah Kecamatan Buki.

‎Muslimin juga menilai perlu adanya evaluasi terhadap kualitas pelayanan, termasuk jenis menu yang diberikan kepada penerima manfaat. Menurutnya, terdapat sejumlah makanan yang kurang diminati sehingga tidak dikonsumsi oleh penerima.

‎"Program ini sangat baik karena bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. Namun pelaksanaannya harus terus diperbaiki agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan," ujarnya.

‎Persoalan belum terlayaninya sebagian kelompok sasaran serta minimnya koordinasi dengan pemerintah setempat menjadi catatan penting bagi pengelola SPPG Buki. Evaluasi terhadap pola pelayanan dinilai perlu dilakukan agar tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting, dapat tercapai secara optimal.

Dengan masih adanya balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang belum menerima layanan MBG, Pemerintah Kecamatan Buki meminta agar pengelola SPPG lebih responsif, memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat, serta memastikan tidak ada lagi penerima manfaat yang luput dari program tersebut. (Tim)

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • ‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan
  • ‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan
  • ‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan
  • ‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan
  • ‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan
  • ‎SPPG Buki Dinilai Kurang Maksimal, Camat Ungkap Masih Ada Penerima Manfaat yang Terabaikan

Posting Komentar