Kalepadang Optimistis Jadi Desa Penghasil Madu Trigona, UNHAS Hadirkan Program Kemitraan
Selayarkini – Upaya mendorong lahirnya sumber ekonomi baru berbasis potensi lokal terus dilakukan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Kemitraan (PKM-PK) menggelar sosialisasi budidaya lebah tanpa sengat (Trigona) di Desa Kalepadang, Kecamatan Bontoharu, pada 19 Juli 2026.
Program yang mengangkat tema "Pemanfaatan Kayu Kelapa sebagai Bahan Kotak Lebah Tanpa Sengat di Desa Kalepadang, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar" itu tidak hanya memberikan edukasi mengenai teknik budidaya lebah tanpa sengat, tetapi juga mengajak masyarakat memanfaatkan kayu kelapa sebagai bahan pembuatan kotak atau stup lebah yang memiliki nilai ekonomis.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan metode budidaya lebah tanpa sengat yang relatif mudah dikembangkan dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru. Selain menghasilkan madu dengan nilai jual yang tinggi, keberadaan lebah tanpa sengat juga membantu proses penyerbukan tanaman sehingga memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan perkebunan masyarakat.
Sekretaris Desa Kalepadang, Ridwan Ramadhan, mengapresiasi dipilihnya desanya sebagai lokasi pelaksanaan Program Kemitraan Universitas Hasanuddin. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi desa yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang telah memilih Desa Kalepadang sebagai lokasi kegiatan. Harapan kami, ilmu yang diberikan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga lahir kelompok-kelompok budidaya lebah tanpa sengat yang mampu meningkatkan pendapatan warga," ujar Ridwan.
Ia menilai budidaya lebah tanpa sengat memiliki prospek yang menjanjikan karena didukung oleh kondisi alam Desa Kalepadang yang masih kaya akan vegetasi sebagai sumber pakan lebah. Karena itu, Ridwan berharap program ini dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan yang berkelanjutan, mulai dari pembentukan kelompok budidaya, teknik pemeliharaan, hingga pemasaran hasil produksi madu.
"Pendampingan menjadi hal penting agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjalankan usaha budidaya secara berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, kami optimistis budidaya lebah tanpa sengat dapat menjadi salah satu produk unggulan desa," tambahnya.
Melalui Program Kemitraan (PKM-PK) ini, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kalepadang menuju desa yang lebih maju dan berdaya saing.
Baca Juga:



Posting Komentar