Kemenag Selayar Gelar Tiga Kegiatan, Bahas Pelayanan Publik, Inovasi Pangan dan Pencegahan Stunting
![]() |
| Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. H. Nur Aswar Badulu, S.Ag., M.Si saat Menyampaikan Sambutan dan Membuka Kegiatan |
Selayarkini -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar rangkaian tiga kegiatan yang mengintegrasikan penguatan pelayanan publik, inovasi pangan lokal, dan upaya pencegahan stunting, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut meliputi Forum Konsultasi Publik, Inovasi Pangan Probiotik Berbasis Rumput Laut dan Pangan Lokal, serta kegiatan yang berkaitan dengan upaya Pencegahan Stunting.
Rangkaian kegiatan ini dihadiri unsur penyelenggara pelayanan publik, perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan, akademisi, media, penyuluh agama Islam, serta organisasi kemasyarakatan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar, Dr. H. Nur Aswar Badulu, S.Ag., M.Si., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan Kementerian Agama yang tidak hanya berfokus pada pelayanan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam sambutannya, Nur Aswar menyampaikan bahwa Forum Konsultasi Publik memiliki arti penting sebagai ruang dialog antara penyelenggara pelayanan publik dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
"Forum konsultasi publik ini menjadi ruang penting bagi kita untuk berdiskusi, menerima masukan, serta menentukan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Melalui forum tersebut, Kemenag Kepulauan Selayar berkomitmen meningkatkan pelayanan prima dalam rangka pembangunan Zona Integritas. Perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan juga memberikan masukan agar penyederhanaan alur perizinan, standar pelayanan, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat direalisasikan pada tahun 2026.
Hasil kesepakatan forum selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen standar pelayanan dan SOP yang menjadi acuan perbaikan layanan publik di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain membahas peningkatan pelayanan publik, rangkaian kegiatan tersebut juga mengangkat inovasi pangan probiotik berbasis rumput laut dan pangan lokal sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting.
Nur Aswar menilai Kepulauan Selayar memiliki potensi pangan lokal yang sangat besar, khususnya sumber daya laut dan rumput laut, yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan inovatif yang bernilai gizi dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya dari satu sisi. Upaya tersebut harus dilakukan secara preventif dan sensitif dengan melibatkan berbagai unsur yang berkaitan dengan kesehatan, perencanaan, pengasuhan, pendidikan, serta berbagai sektor lainnya," katanya.
Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal merupakan salah satu langkah strategis yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Rumput laut dan berbagai potensi pangan lokal yang tersedia di Kepulauan Selayar perlu terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya para ibu, perempuan, penyuluh agama, guru, dan kelompok masyarakat, dalam menyebarluaskan pengetahuan mengenai pemanfaatan pangan lokal dan upaya pencegahan stunting.
"Kegiatan ini merupakan tahap awal. Selanjutnya akan ada tahap berikutnya berupa praktik dan penerapan secara langsung. Para penyuluh, guru, serta para ibu dan perempuan memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai apa yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan dan memanfaatkan produk pangan lokal yang kita miliki," ungkapnya.
Nur Aswar menyampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. Zaraswati Dwyana, M.Si., beserta seluruh tim yang telah memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat terkait inovasi pangan berbasis rumput laut dan pangan lokal serta upaya pencegahan stunting.
Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara Kementerian Agama, akademisi, masyarakat, media, penyuluh agama, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kementerian Agama senantiasa berupaya memadukan nilai-nilai keagamaan dengan berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Perpaduan inilah yang menjadi salah satu tugas kami ke depan, yaitu menghadirkan Kementerian Agama yang memberikan dampak nyata dan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen Kemenag Kepulauan Selayar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Kegiatan turut dihadiri Andi Fitrianti, S.Pd. dari unsur masyarakat, Prof. Dr. Zaraswati Dwyana, M.Si. dari unsur akademisi, Nur Kamar selaku Pimpinan Redaksi Selayarkini.com dari unsur media, Asmaniar, S.Hi. selaku Penyuluh Agama Islam, serta Kasmawati, S.Ag. dari unsur organisasi kemasyarakatan.
Baca Juga:


Posting Komentar