Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk

Selayarkini - Aktivitas penyeberangan di Selat Selayar yang menghubungkan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, kembali menjadi perhatian. Pasalnya, jalur penyeberangan yang cukup ramai tersebut saat ini hanya dilayani satu kapal feri. 26/07/02026

Kondisi ini berdampak langsung terhadap kelancaran arus kendaraan dan penumpang. Hari ini, terjadi penumpukan kendaraan di area pelabuhan akibat terbatasnya armada yang beroperasi.

Berdasarkan pantauan jurnalis TV yang berada di lokasi, antrean kendaraan terlihat mengular dan menumpuk di kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan penyeberangan di lintasan Bira-Pamatata.

Ironisnya, PT ASDP Indonesia Ferry diketahui memiliki empat armada yang melayani jalur tersebut. Namun, dalam beberapa hari terakhir, hanya satu kapal feri yang beroperasi melayani penumpang dan kendaraan di lintasan Bira-Pamatata.

Keterbatasan pelayanan ini membuat waktu tunggu penumpang dan kendaraan menjadi lebih panjang. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, bukan tidak mungkin antrean kendaraan akan semakin bertambah, terutama pada saat volume penyeberangan meningkat.

Forum Peduli Selayar (FPS) turut menyoroti kondisi tersebut. Ketua FPS, Andi Nurhamzah, meminta ASDP segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan keterbatasan armada di lintasan Bira-Pamatata.

Menurutnya, jalur penyeberangan Selat Selayar bukan sekadar jalur transportasi biasa. Lintasan ini merupakan salah satu akses utama masyarakat Kepulauan Selayar, baik untuk mobilitas warga maupun untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.

Dengan hanya satu kapal yang beroperasi, kelancaran arus penumpang dan kendaraan tentu menjadi tidak maksimal. Apalagi, jalur ini menjadi penghubung utama antara Kepulauan Selayar dengan daratan Sulawesi Selatan.

FPS berharap ASDP dapat segera mengoptimalkan armada yang dimiliki sehingga pelayanan penyeberangan dapat kembali normal. Dengan empat armada yang tersedia di lintasan tersebut, masyarakat mempertanyakan mengapa pelayanan saat ini hanya ditopang oleh satu kapal feri.

Kondisi penumpukan kendaraan yang terjadi hari ini menjadi gambaran nyata bahwa kapasitas pelayanan yang tersedia belum mampu mengimbangi kebutuhan pengguna jasa penyeberangan.

Masyarakat pun berharap persoalan ini segera mendapat solusi. Jangan sampai keterbatasan armada yang seharusnya dapat diantisipasi justru membuat masyarakat harus menanggung dampak berupa antrean panjang, waktu tunggu yang lama, serta terganggunya aktivitas transportasi dan perekonomian.

ASDP diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai kondisi armada yang ada sekaligus memastikan pelayanan penyeberangan Bira-Pamatata dapat kembali berjalan optimal. Sebab, bagi masyarakat Kepulauan Selayar, kelancaran penyeberangan di Selat Selayar merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk
  • Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk
  • Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk
  • Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk
  • Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk
  • Penyeberangan Bira-Pamatata Hanya Dilayani Satu Kapal, Hari Ini Kendaraan Menumpuk

Posting Komentar