Pertemuan Terakhir Bawa Kue Buatan Sendiri, Sahabat Tak Sangka Jadi Kenangan Terakhir Hasriati
Selayarkini - Jenazah Hasriati, salah satu korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa, tiba di rumah duka di Desa Garassi, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/7/2026) dini hari.
Jenazah Hasriati sebelumnya telah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel di RS Bhayangkara Makassar.
Setelah proses identifikasi selesai, keluarga membawa jenazah melalui jalur darat dari Makassar menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba.
Dari Pelabuhan Bira, jenazah kemudian diseberangkan menggunakan KMP Takabonerate menuju Pulau Jampea sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah duka di Desa Garassi.
Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat.
Suami korban, Mustamin, dan adiknya, Rosmi, bahkan pingsan saat peti jenazah tiba di rumah duka.
"Suami Mustamin dan adik korban bernama Rosmi pingsan saat jenazah tante kami tiba," kata keponakan korban, Yusri, kepada TribunSelayar.com melalui sambungan telepon.
Jenazah Hasriati kemudian tidak lama disemayamkan di rumah duka. Keluarga bersama warga langsung memakamkannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Garassi.
Kepergian Hasriati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Mustamin kini harus menjalani hidup seorang diri setelah kehilangan istrinya. Sementara Rosmi juga tinggal sendiri setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Selama ini, Hasriati menjadi salah satu tumpuan keluarga. Ia juga membantu suaminya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasangan tersebut diketahui belum dikaruniai anak.
Hasriati merupakan salah satu penumpang KLM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar pada Rabu (15/7/2026).
Saat itu, Hasriati hendak menuju Kota Benteng untuk berobat sekaligus membeli kebutuhan rumah tangga.
"Selama ini ia kurang sehat, sehingga memutuskan akan berobat ke Benteng," ujar Yusri.
Curhat Sahabat Kecil
Duka atas kepergian Hasriati juga dirasakan Sitti Darjad, sahabat kecil korban.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya yang dikutip Tribun Timur, Sabtu (25/7/2026), Sitti mengenang pertemuan terakhirnya dengan Hasriati.
Ia mengaku tidak menyangka pertemuan terakhir mereka terjadi ketika Hasriati datang membawa kue buatan sendiri.
"Selamat jalan sayang sahabat kecil. Tenanglah di sana, kau sudah tidak kedinginan lagi. Tidak kusangka pertemuan terakhir kita adalah ketika kamu singgah memberiku kue buatanmu sendiri," tulis Sitti Darjad.
Sitti juga masih mengingat rasa kue yang diberikan Hasriati.
"Rasanya enak sekali. Semoga Allah selalu melapangkan kuburmu, menjadikanmu ahli surga. Aku bersaksi kamu orang baik," lanjutnya.
4 Orang Meninggal Dunia
Hingga kini, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi tenggelamnya KLM Nurul Salsa mencapai empat orang.
Keempat korban tersebut masing-masing Salmawati, Hasbi, Bau Intang, dan Hasriati.
Seluruh korban ditemukan nelayan dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di Laut Flores, sekitar perairan Sabalana, Kabupaten Pangkep.
Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah ke Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk menjalani proses identifikasi.
Sementara itu, sebanyak 14 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Dari total 76 penumpang KLM Nurul Salsa, tim SAR telah menemukan 62 orang. Mereka terdiri atas 58 korban selamat dan empat korban meninggal dunia.(*)
Baca Juga:


Posting Komentar