‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM

‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM


Selayarkini - Di tengah upaya mendorong produk lokal memiliki nilai tambah, makanan tradisional berbahan dasar ampas minyak kelapa atau tainyonyo menyimpan peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu produk UMKM khas Kepulauan Selayar.
‎Tainyonyo merupakan olahan yang memanfaatkan ampas dari proses pembuatan minyak kelapa. Bahan yang selama ini lebih banyak dipandang sebagai hasil samping produksi tersebut diolah kembali menjadi kudapan dengan cita rasa khas, sehingga memiliki nilai ekonomi tersendiri.
‎Pelaku usaha pembuatan minyak kelapa dan tainyonyo, Supardi Idris, mengatakan proses pengolahan kelapa secara tradisional dapat menghasilkan minyak kelapa sekaligus tainyonyo.
‎“Dalam pembuatan minyak kelapa, sekitar tujuh biji kelapa bisa menghasilkan satu liter minyak kelapa dan sekitar dua liter tainyonyo,” jelas Supardi, 22 September 2026.
‎Menurut Supardi, masyarakat Selayar mengenal dua metode dalam pembuatan minyak kelapa, yakni metode Pa Oppo dan metode Lobang. Kedua metode tersebut menghasilkan karakter tainyonyo yang berbeda.
‎“Kalau metode Pa Oppo, tainyonyo yang dihasilkan rasanya lebih manis. Sedangkan metode Lobang menghasilkan tainyonyo lebih banyak, tetapi rasanya tidak manis,” ujarnya.
‎Potensi tainyonyo tidak hanya terletak pada cita rasanya, tetapi juga pada identitas lokal dan tradisi yang melekat dalam proses pembuatannya. Pengolahan kelapa secara turun-temurun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Selayar, sehingga tainyonyo berpeluang dikembangkan sebagai produk pangan yang membawa karakter daerah.
‎Jika dikelola secara serius, tainyonyo dapat dikemas dalam ukuran praktis untuk pasar oleh-oleh maupun ritel. Pengembangan varian rasa, seperti original, pedas, atau gula merah, juga dapat menjadi pilihan untuk memperluas pasar tanpa menghilangkan karakter dasar produk.
‎Dari sisi ekonomi, pengolahan tainyonyo juga membuka peluang meningkatkan nilai bahan yang sebelumnya hanya menjadi hasil samping dari proses pembuatan minyak kelapa.
‎Konsep tersebut sejalan dengan upaya hilirisasi komoditas kelapa, yakni tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi mendorong masyarakat menghasilkan produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
‎Namun, pengembangan tainyonyo sebagai produk UMKM menghadapi sejumlah tantangan. Pelaku usaha perlu menjaga cita rasa tradisional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar modern, mulai dari kebersihan proses produksi, konsistensi rasa, daya simpan, kemasan, pelabelan hingga legalitas produk pangan.
‎Dengan pengemasan dan pemasaran yang tepat, tainyonyo berpeluang berkembang dari sekadar makanan rumahan menjadi bagian dari identitas kuliner sekaligus produk oleh-oleh khas Selayar.
‎Supardi berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan tainyonyo dan berbagai produk olahan kelapa lainnya agar tidak berhenti sebagai produk rumahan.
‎Menurutnya, dukungan pemerintah dapat diberikan melalui pelatihan pengolahan dan pengemasan, bantuan peralatan produksi, pendampingan legalitas produk, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.
‎“Harapan kami, pemerintah bisa melihat potensi tainyonyo ini dan membantu pelaku UMKM agar produk ini bisa berkembang, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Jangan hanya menjadi makanan rumahan, tetapi bisa dikenal sebagai salah satu produk khas Selayar,” harap Supardi.
‎Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, sekaligus mempertahankan cita rasa tradisional yang menjadi karakter tainyonyo.
‎Pemerintah daerah juga memiliki ruang untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui promosi produk lokal, fasilitasi sertifikasi dan perizinan, pengembangan kemasan, serta membuka akses produk UMKM ke pasar oleh-oleh, ritel, maupun berbagai kegiatan daerah.
‎Dengan dukungan yang berkelanjutan, tainyonyo tidak hanya berpotensi meningkatkan nilai ekonomi hasil olahan kelapa, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas kuliner Kepulauan Selayar.
‎Dari ampas minyak kelapa, tainyonyo membuka cerita baru tentang bagaimana tradisi dan kreativitas UMKM dapat bertemu untuk menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas produk lokal Selayar.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • ‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM
  • ‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM
  • ‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM
  • ‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM
  • ‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM
  • ‎Tainyonyo Selayar: Dari Ampas Minyak Kelapa Berpeluang Naik Kelas Jadi Produk UMKM

Posting Komentar