Spot Foto Tanatappu dan Gemerlap di Bontomarannu Angkat Identitas Lokal dan Potensi Selayar
Spot Foto Tanatappu dan Gemerlap di Bontomarannu Angkat Identitas Lokal dan Potensi Selayar
![]() |
| Spot Foto Tanatappu |
Selayarkini – Pemerintah Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, menghadirkan spot foto Tanatappu dan Gemerlap dengan mengedepankan material alam, ornamen tradisional, serta simbol yang merepresentasikan identitas dan potensi lokal.
Kedua spot foto tersebut dikelola langsung oleh Pemerintah Desa Bontomarannu. Kehadirannya tidak hanya ditujukan sebagai tempat berfoto, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan karakter lokal dan mempromosikan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Kepala Desa Bontomarannu, Andi Alang, mengatakan bahwa kedua spot foto tersebut dirancang untuk mengangkat potensi lokal sekaligus memperkenalkan identitas desa kepada masyarakat.
“Spot foto ini tidak sekadar menjadi tempat untuk berfoto, tetapi juga memiliki makna dan pesan yang ingin kami sampaikan. Melalui desain yang menggunakan material lokal seperti kayu kenari, bambu, dan tempurung kelapa, kami ingin menunjukkan bahwa potensi yang ada di desa dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai promosi,” ujar Andi Alang.
Spot foto Tanatappu dirancang menyerupai panggung dengan bahan dasar kayu kenari. Pemilihan material ini berkaitan dengan Tanatappu sebagai kawasan penghasil buah kenari.
Tulisan Tanatappu ditata dengan desain khusus, sebagian dihiasi kain batik dengan garis putih lurus di bagian tengah huruf. Ornamen tersebut memiliki makna filosofis, yakni menggambarkan prinsip masyarakat setempat yang berpegang pada kebenaran dan jalan yang lurus.
Tambahan kain batik juga dimaknai sebagai gambaran keberagaman kehidupan yang terbalut dalam satu keindahan. Sementara desain menyerupai gapura melambangkan bahwa setiap perjalanan kehidupan memiliki pintu masuk, dengan pilihan menuju hal baik maupun buruk.
Pada bagian depan, pagar bambu dan ornamen daun bambu memperkuat karakter lingkungan Tanatappu yang memiliki potensi bambu. Spot foto ini juga dilengkapi lampu tenaga surya sebagai bagian dari pemanfaatan energi alternatif. Lapisan vernis digunakan untuk mempertahankan tampilan alami kayu.
Tiga warna umbul-umbul turut menjadi bagian dari desain tersebut. Merah dimaknai sebagai simbol sifat keras, hitam sebagai simbol kejahatan, dan putih sebagai lambang kebaikan. Ketiganya menggambarkan sifat dasar manusia dalam menjalani kehidupan.
Gemerlap Promosikan Potensi Daerah
Sementara itu, spot foto Gemerlap mengusung konsep yang menonjolkan material lokal, terutama bambu dan tempurung kelapa.
Bambu yang telah dibelah disusun secara rapi sebagai bahan dasar. Tulisan Gemerlap dibuat menggunakan material berukir, kemudian dilengkapi tempurung kelapa asli yang masih memiliki sabut dan diberi warna menyerupai tampilan buah kelapa.
Ornamen tersebut diharapkan dapat menjadi media promosi potensi Kepulauan Selayar. Melalui foto yang dibagikan kepada publik, pengunjung dapat ikut memperkenalkan Selayar kepada masyarakat di luar daerah.
Andi Alang menjelaskan, tulisan Gemerlap juga dimaksudkan sebagai pengingat bagi masyarakat mengenai program besar yang diusung dengan nama tersebut.
Ia berharap keberadaan kedua spot foto itu dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke Desa Bontomarannu, sekaligus memperluas pengenalan potensi daerah melalui media sosial.
“Kami ingin identitas lokal tetap terjaga, potensi desa semakin dikenal, dan keberadaan spot foto ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai pelengkap, ranting bambu berdaun berbahan plastik ditempatkan di sisi kanan spot foto Gemerlap. Ornamen ini mempertegas keterkaitan desain dengan lingkungan Tanatappu yang memiliki potensi bambu.
Kehadiran spot foto Tanatappu dan Gemerlap di Desa Bontomarannu menunjukkan upaya menggabungkan kreativitas desain, pemanfaatan material alam, dan pesan filosofis dalam sebuah ruang publik.
Dengan pengelolaan langsung oleh Pemerintah Desa Bontomarannu, kedua spot tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi pengunjung sekaligus sarana memperkenalkan identitas, potensi alam, dan karakter masyarakat Kepulauan Selayar.
Baca Juga:


Posting Komentar