Cuaca Buruk Picu Kenaikan Harga Hasil Laut hingga 30 Persen di TPI dan Pasar Sentral Bonea
SELAYARKINI - Angin kencang dan hujan yang melanda wilayah perairan Kepulauan Selayar dalam beberapa hari terakhir berdampak signifikan terhadap harga hasil laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) maupun Pasar Sentral Bonea.
Cuaca ekstrem menyebabkan sebagian besar nelayan mengurangi bahkan menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan. Akibatnya, pasokan ikan menurun drastis dan memicu kenaikan harga di tingkat pedagang.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sentral Bonea, harga sejumlah komoditas ikan mengalami kenaikan berkisar 15 hingga 30 persen dibandingkan kondisi normal. Jenis ikan yang sebelumnya dijual sekitar Rp25.000–Rp30.000 per enam ekor, kini naik menjadi Rp35.000–Rp40.000 per enam ekornya. Sementara ikan karang tertentu mengalami kenaikan hingga 25 persen, tergantung ukuran dan kualitas.
“Stok ikan sedikit karena kapal nelayan banyak yang tidak melaut. Kalau ada pun jumlahnya terbatas, jadi harga ikut naik,” ujar Suryadi salah seorang pedagang ikan keliling, Selasa (20/1/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), di mana volume hasil lelang menurun hingga sekitar 40 persen akibat berkurangnya kapal yang mendarat. Situasi ini turut mendorong harga lelang ikan naik di kisaran 10–20 persen.
Para nelayan mengaku terpaksa memilih bertahan di darat karena angin kencang dan gelombang tinggi masih membahayakan. “Kami menunggu cuaca benar-benar aman. Keselamatan lebih utama,” kata Marten nelayan Bonea.
Masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal, pasokan ikan stabil, dan harga hasil laut kembali terjangkau. Nelayan pun diimbau tetap memperhatikan informasi dan peringatan cuaca dari pihak berwenang sebelum melaut.


Posting Komentar