BREAKING NEWS

Wisata Selayar di Persimpangan Harapan

 


Oleh: Redaksi Selayarkini.com

OPINI - Kepulauan Selayar sesungguhnya tidak pernah kekurangan pesona. Laut yang jernih, gugusan pulau eksotis, hingga kekayaan biota laut kelas dunia adalah modal besar yang jarang dimiliki daerah lain. Namun, potensi besar itu masih berada di persimpangan antara harapan dan kenyataan.

Pariwisata Selayar kerap dielu-elukan sebagai masa depan ekonomi daerah. Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan pengelolaan yang belum sepenuhnya serius dan terarah. Akses transportasi yang terbatas, infrastruktur pendukung yang belum merata, serta minimnya fasilitas di destinasi menjadi keluhan yang terus berulang dari waktu ke waktu.

Lebih dari itu, pengembangan wisata Selayar masih terjebak pada pola lama: mengandalkan keindahan alam tanpa dibarengi tata kelola yang berkelanjutan. Promosi sering kali lebih menonjol dibanding kesiapan destinasi. Akibatnya, wisatawan datang dengan ekspektasi tinggi, namun pulang membawa kesan setengah hati.

Ironisnya, destinasi unggulan seperti Taman Nasional Taka Bonerate justru lebih dikenal oleh wisatawan mancanegara. Sementara manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat lokal. Banyak warga sekitar kawasan wisata belum ditempatkan sebagai pelaku utama, padahal merekalah penjaga pertama ekosistem dan budaya Selayar.

Rubrik opini ini menegaskan satu hal: pariwisata tidak boleh hanya dimaknai sebagai proyek citra. Ia harus menjadi instrumen kesejahteraan rakyat. Pemerintah daerah perlu memperkuat perencanaan jangka panjang, melibatkan komunitas lokal, pelaku UMKM, serta generasi muda dalam rantai ekonomi wisata.

Wisata Selayar membutuhkan keberanian untuk berbenah. Mulai dari pembenahan akses dan layanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penegakan komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Tanpa langkah konkret, Selayar akan terus menjadi indah dalam cerita, tetapi rapuh dalam pengelolaan.

Di titik inilah Selayar berada hari ini. Di persimpangan harapan. Menunggu keputusan, apakah ingin melangkah maju sebagai destinasi wisata berkelas yang berkelanjutan, atau tetap nyaman dengan pujian tanpa perubahan nyata. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image