Kades Balang Butung Soroti Kinerja Pemkab Selayar, Program Gemerlap–Gemetar Dinilai Mandek di Level Wacana
SELAYARKINI - Implementasi program prioritas Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (Gemerlap) dan Gerakan Menanam Batara/Jagung (Gemetar) di Kabupaten Kepulauan Selayar disorot tajam. Kepala Desa Balang Butung, Muslimin, menilai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar belum menunjukkan kinerja nyata dalam menerjemahkan program unggulan daerah ke tingkat pelaksanaan di lapangan.
Penilaian tersebut disampaikan Muslimin dalam rapat koordinasi dan evaluasi internal Pemerintah Desa Balang Butung di aula kantor desa, Kamis (5/2/2026). Ia menyebut, hingga kini belum terlihat langkah operasional dari Pemkab Selayar yang dapat menggerakkan desa-desa sebagai ujung tombak pelaksanaan Gemerlap dan Gemetar.
“Program ini sudah lama digaungkan sebagai prioritas daerah, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut konkret. Ini menunjukkan lemahnya eksekusi kebijakan di tingkat kabupaten,” tegas Muslimin.
Muslimin mengungkapkan, Pemerintah Desa Balang Butung justru telah lebih dahulu bergerak dan menunjukkan keseriusan. Desa ini telah melakukan pengukuran dan pendataan lahan tidur, serta menyiapkan sekitar 551 hektare lahan yang siap digarap untuk mendukung Gemerlap dan Gemetar.
Bahkan, Balang Butung disebut sebagai desa pertama di Kepulauan Selayar yang menggelar musyawarah desa secara khusus guna menyamakan persepsi dan kesiapan masyarakat dalam menyukseskan dua program tersebut. Namun, kesiapan desa itu dinilai belum mendapat respons sepadan dari pemerintah kabupaten.
“Desa sudah siap, masyarakat sudah siap. Yang belum siap justru pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan dalam tata kelola program prioritas Pemkab Selayar. Menurutnya, tanpa dukungan teknis dan sarana dari kabupaten, program Gemerlap dan Gemetar berpotensi gagal sebelum benar-benar berjalan.
Muslimin juga menyinggung minimnya kehadiran pemerintah kabupaten dalam membantu desa mengatasi hambatan teknis, seperti pembukaan dan pengolahan lahan skala besar. Padahal, Desa Balang Butung memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur, namun selama ini tidak termanfaatkan secara optimal.
“Kalau program ini hanya berhenti di dokumen visi-misi, maka ini patut dievaluasi sebagai kegagalan perencanaan dan penganggaran,” katanya.
Untuk itu, Muslimin mendesak Bupati Kepulauan Selayar agar tidak hanya mempromosikan program Gemerlap dan Gemetar secara normatif, tetapi segera mengambil langkah konkret melalui kebijakan teknis dan dukungan anggaran. Ia secara spesifik meminta penyediaan alat berat, serta sarana pendukung seperti kawat duri dan waring untuk pengamanan lahan.
“Tanpa intervensi langsung dari pemerintah kabupaten, program ini tidak akan berjalan maksimal dan berisiko menjadi proyek simbolik tanpa dampak bagi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Ia menekankan, keberhasilan Gemerlap dan Gemetar seharusnya menjadi tolok ukur kinerja Pemkab dan Bupati Selayar, terutama dalam membangun sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sumber: www.satulayar.com




