Mudik Lewat Bira–Pamatata Diprediksi Padat, ASDP Selayar Klaim Kapal dan Personel Siap
SELAYARKINI – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Selayar menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi Operasi Angkutan Lebaran Tahun 2026 (1447 Hijriah), khususnya pada lintasan penyeberangan Bira – Pamatata yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat menuju Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dalam paparan persiapan Angkutan Lebaran, ASDP Cabang Selayar menyiapkan dua kapal utama untuk melayani lintasan tersebut, yakni KMP Kormomolin dan KMP Balibo. Kedua kapal ini akan beroperasi dengan pola perjalanan normal sebanyak 2 trip pulang-pergi per hari, dan dapat ditingkatkan menjadi 3 trip pulang-pergi saat kondisi padat. Jika terjadi lonjakan penumpang yang signifikan, tambahan trip juga akan diberlakukan secara kondisional.
Lintasan penyeberangan Bira – Pamatata memiliki jarak sekitar 18 mil laut dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 120 menit.
Kesiapan Kapal dan Fasilitas
KMP Balibo yang dibangun pada tahun 1995 memiliki kapasitas 250 penumpang dan 18 kendaraan, sedangkan KMP Kormomolin yang dibangun pada tahun 1999 mampu menampung 296 penumpang dan 18 kendaraan. Kedua kapal ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti kursi penumpang, kantin, pendingin udara, televisi, charger booth, alat pemadam api ringan, serta fasilitas P3K.
Selain dua kapal utama tersebut, ASDP juga menyiapkan kapal perintis cadangan yang dapat dioperasikan secara kondisional, yakni KMP Bontoharu, KMP Takabonerate, dan KMP Sangke Palangga untuk membantu pelayanan jika terjadi lonjakan penumpang.
Personel Disiagakan
Dalam mendukung operasional angkutan Lebaran, ASDP menyiagakan puluhan personel di dua pelabuhan utama.
Di Pelabuhan Bira, sebanyak 22 petugas disiapkan, sementara di Pelabuhan Pamatata terdapat 20 petugas yang terdiri dari karyawan cabang, petugas loket dan tollgate kendaraan, petugas screening, kebersihan, keamanan hingga petugas kepil.
Prediksi Puncak Arus Mudik
ASDP memperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi pada periode H-6 hingga H-2 Lebaran, yaitu 14 hingga 18 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+2 hingga H+6, yakni 24 hingga 29 Maret 2026.
Berdasarkan proyeksi operasional selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, diperkirakan total penumpang yang akan dilayani mencapai lebih dari 13 ribu orang, dengan sekitar 5.074 unit kendaraan roda dua dan 2.704 kendaraan roda empat yang menyeberang melalui lintasan tersebut.
Kendala dan Antisipasi
ASDP juga mengidentifikasi beberapa potensi kendala di lapangan, di antaranya keberadaan kapal nelayan dan kapal pinisi di kolam pelabuhan yang dapat mengganggu manuver kapal ferry, kendaraan yang datang ke pelabuhan tanpa tiket sehingga menimbulkan antrean, serta gangguan jaringan internet saat cuaca buruk.
Untuk mengatasi hal tersebut, ASDP bersama instansi terkait seperti kepolisian dan dinas perhubungan akan melakukan pengaturan arus kendaraan, mendorong pembelian tiket secara online, serta berkoordinasi dengan penyedia jaringan untuk memperkuat sinyal internet di kawasan pelabuhan.
Dengan berbagai persiapan tersebut, manajemen ASDP Cabang Selayar menegaskan bahwa mereka siap menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.




