Retribusi Jalan, Pasar Becek: Pedagang Pasar Barugaiya Mulai Bersuara
![]() |
| Kondisi Pasar Barugaiya Yang Sangat Memprihatinkan |
SELAYARKINI - Suara keluhan pedagang Pasar Barugaiya akhirnya mencuat ke ruang publik. Bukan tanpa alasan, kondisi pasar yang kian memprihatinkan becek, basah, dan jauh dari kata layak memicu pertanyaan serius soal pengelolaan retribusi yang selama ini rutin ditarik.
Dalam sejumlah unggahan yang beredar, para pedagang menyampaikan keresahan mereka secara terbuka. Mereka menyoroti ketimpangan antara kewajiban membayar retribusi dengan kondisi fasilitas pasar yang tak kunjung dibenahi.
“Setiap hari kami bayar. Tapi pasar seperti ini terus, hampir semua area basah. Uangnya ke mana?” tulis salah satu pedagang. 29/04/2026
Keluhan serupa juga datang dari pedagang lain yang menilai kondisi pasar semakin tidak layak digunakan, terutama saat musim hujan.
“Betul-betul tidak layak lagi dipakai ini pasar kalau sudah musim hujan,” ujarnya.
Sementara itu, akun Bulank Asis juga mengungkapkan kondisi yang tak kalah memprihatinkan di lapaknya.
“Di tempatku bocor semua dari atas sampai depan. Lampu juga tidak pernah menyala, jadi saya tidak bisa berjualan,” keluhnya.
"Kita orang pasar wajib di tagih kalau penjualnya juga aman menjual, Tapi kalau begini caranya, bagaimana,uang tagihan lancar,baru pasar di abaikan" Tambahnya
Bagi para pedagang, ini bukan sekadar soal kenyamanan, tapi menyangkut keberlangsungan usaha. Lantai pasar yang becek dan fasilitas yang rusak dinilai sangat menghambat aktivitas jual beli serta berdampak langsung pada penghasilan mereka.
Yang lebih mengemuka, muncul dugaan miring di kalangan pedagang terkait aliran dana retribusi. Meski belum terkonfirmasi, kecurigaan tersebut mencerminkan menurunnya kepercayaan terhadap pengelolaan pasar.
Pedagang menilai, sekecil apa pun kerusakan seharusnya dapat segera ditangani jika pengelolaan berjalan dengan baik. Namun realitas di lapangan menunjukkan kondisi pasar tetap dibiarkan tanpa perbaikan berarti.
Sorotan pun diarahkan kepada pemerintah daerah. Para pedagang berharap Bupati Kepulauan Selayar dapat turun langsung memantau kondisi pasar dan memastikan adanya perbaikan nyata.
“Kami ini kompak bayar kewajiban. Tapi jangan kami dibiarkan dengan kondisi seperti ini terus,” ujar pedagang lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait. Sementara itu, pedagang hanya bisa bertahan di tengah kondisi pasar yang dinilai semakin jauh dari standar kelayakan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kenyamanan yang tergerus, tetapi juga kepercayaan publik yang semakin terkikis.

