Dari Timur ke Barat Selayar, TMMD Bergerak Tanpa Henti
SELAYARKINI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kabupaten Kepulauan Selayar terus bergerak dengan pola bertahap namun terukur. Dimulai dari wilayah timur, kini geliat pembangunan itu merambat hingga ke bagian barat pulau.
Di Batangmata Sapo, progres pelaksanaan TMMD terbilang signifikan. Pembangunan infrastruktur berjalan berdampingan dengan keterlibatan aktif masyarakat. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci, menghadirkan dampak yang mulai dirasakan langsung oleh warga.
Gerak pembangunan kemudian berlanjut ke Desa Tamalanrea. Wilayah ini menjadi titik lanjutan dalam skema pemerataan, memastikan program tidak berhenti di satu lokasi, tetapi menyebar dan menjangkau lebih luas.
Kini, fokus bergeser ke Desa Kahu-Kahu Utara di wilayah barat Selayar. Di titik ini, TMMD ke-128 baru akan dimulai, dengan salah satu program prioritas berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Salah satu penerima manfaat adalah Tutu (60), seorang nelayan, bersama istrinya Bau Bunga (59), dan anak mereka Sakina. Rumah sederhana yang selama ini mereka tempati akan direnovasi menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan sehat menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi gerakan menyeluruh yang membawa pesan pemerataan.
“Ini bukan hanya soal membangun, tapi memastikan tidak ada wilayah di Selayar yang tertinggal. Dari timur hingga barat, semua harus merasakan sentuhan pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap titik pelaksanaan—mulai Batangmata Sapo, Tamalanrea hingga Kahu-Kahu Utara merupakan satu kesatuan gerak yang dirancang berkelanjutan.
“Kami ingin dampak yang merata, bukan hanya secara fisik, tapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Gotong royong adalah kekuatan utama,” lanjutnya.
Poros gerak TMMD ke-128 ini menjadi penanda bahwa pembangunan di Kepulauan Selayar tidak lagi terpusat, melainkan bergerak menyisir wilayah dari timur hingga barat.
Dengan pola kerja kolaboratif dan semangat kebersamaan, TMMD diharapkan bukan hanya meninggalkan hasil pembangunan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara aparat dan masyarakat di daerah kepulauan.

