Di Ujung Timur Selayar, Polisi dan Warga Patungan Tambal Jalan Rusak: Negara ke Mana?
SELAYARKINI - Pemandangan yang seharusnya menjadi pekerjaan pemerintah, justru dikerjakan bersama oleh polisi dan warga di pelosok timur Kabupaten Kepulauan Selayar. Personel Polsubsektor Pasilambena bersama masyarakat Desa Kalaotoa turun langsung menambal jalan rusak menggunakan semen swadaya demi mencegah jatuhnya korban kecelakaan, Jumat (8/5/2026).
Sejak pagi, aparat kepolisian dan warga terlihat bahu membahu memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak parah dan membahayakan pengendara. Tidak ada alat berat. Tidak ada proyek besar. Bahkan material semen yang digunakan berasal dari hasil urunan masyarakat sendiri.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari di Kecamatan Pasilambena, wilayah terluar Kepulauan Selayar yang selama ini dikenal jauh dari sentuhan pembangunan memadai.
Di tengah keterbatasan dan jauhnya jarak dari pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Selayar, sekitar 193 kilometer dari Kota Benteng dengan waktu tempuh laut belasan jam, masyarakat tampaknya sudah terlalu lama akrab dengan kondisi jalan rusak yang tak kunjung mendapat penanganan serius.
Yang turun tangan lebih dulu justru polisi sektor kecil di pulau terluar.
Dengan pakaian dinas seadanya, personel Polsubsektor Pasilambena ikut mencampur semen dan menutup lubang jalan bersama warga. Sebuah potret gotong royong yang patut diapresiasi, namun sekaligus menjadi tamparan tentang masih timpangnya perhatian pembangunan di wilayah kepulauan.
Kapolsubsektor Pasilambena, Muh. Basri, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan demi keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
“Ini bentuk kepedulian bersama. Jalan ini akses utama warga, sehingga kami bersama masyarakat berinisiatif melakukan penambalan agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Selayar, Didid Imawan, mengapresiasi inisiatif personel dan warga yang tetap menunjukkan semangat gotong royong di tengah keterbatasan wilayah kepulauan.
Menurutnya, kebersamaan antara polisi dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membantu menyelesaikan persoalan di daerah terpencil.
Namun di balik apresiasi itu, publik tentu berharap kondisi seperti ini tidak terus berulang. Sebab keselamatan warga semestinya tidak bergantung pada swadaya masyarakat dan tambal sulam darurat, melainkan hadir lewat pembangunan infrastruktur yang layak dan merata hingga ke pulau-pulau terluar.
Kerja bakti tersebut berlangsung aman dan lancar, sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa di ujung timur Selayar, masyarakat masih harus berjuang sendiri untuk mendapatkan jalan yang aman dilalui.



