BREAKING NEWS

Hardiknas 2026: Ketika Dunia Digital Menyerbu Generasi Gen Z

 


SELAYARKINI - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 hadir di tengah perubahan besar yang sedang berlangsung. Dunia digital kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda yang dikenal sebagai Gen Z. Mereka tumbuh bersama teknologi, akrab dengan internet, dan terbiasa mendapatkan informasi secara cepat.

Kondisi ini membawa dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, kemudahan akses informasi membuat proses belajar menjadi lebih terbuka dan fleksibel. Siswa bisa mencari materi pelajaran dari berbagai sumber, mengikuti kelas daring, hingga berdiskusi tanpa batas ruang dan waktu. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan. Gangguan dari media sosial, kebiasaan serba instan, hingga sulitnya membedakan informasi benar dan salah menjadi persoalan yang nyata.

Salah seorang siswa SMA di Kepulauan Selayar, Andika (17), mengaku merasakan langsung dampak tersebut.

“Belajar sekarang memang lebih gampang karena banyak di internet, tapi kadang juga susah fokus. Notifikasi HP itu sering ganggu, jadi harus bisa atur diri sendiri,” katanya. 02/05/2026

Ia juga menyoroti sisi lain yang mulai dirasakan di kalangan pelajar.

“Kadang juga teman-teman lebih sibuk main media sosial daripada belajar. Ada juga yang cuma copy-paste tugas dari internet tanpa benar-benar paham. Itu yang menurut saya jadi kebiasaan kurang baik,” tambahnya.

Apa yang disampaikan Andika menggambarkan realitas yang dihadapi banyak pelajar saat ini. Teknologi memang membantu, tetapi juga menuntut kedewasaan dalam menggunakannya. Tanpa kontrol yang baik, kemudahan justru bisa menjadi hambatan dalam proses belajar.

Karena itu, peringatan Hardiknas tahun ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter, melatih cara berpikir kritis, serta menanamkan etika dalam penggunaan teknologi.

Peran guru dan orang tua juga menjadi semakin penting. Mereka tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak. Pendampingan ini dibutuhkan agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam sikap dan perilaku.

Hardiknas 2026 seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk memperkuat arah pendidikan ke depan. Di tengah gempuran dunia digital, generasi Gen Z perlu dibekali bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kemampuan berpikir, kesadaran, dan tanggung jawab.

Masa depan bangsa akan sangat ditentukan oleh bagaimana pendidikan hari ini mampu membentuk generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar