Tangis Haru Penerima RTLH Pecah, Bantuan TMMD Ubah Harapan di Kahu-Kahu Utara
SELAYARKINI - Di sebuah sudut desa yang lama bergelut dengan keterbatasan, harapan itu akhirnya datang bukan sekadar janji, melainkan nyata berdiri dalam bentuk dinding dan atap yang perlahan diperbaiki.
Bagi para penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Kahu-Kahu Utara, hari itu bukan hari biasa. Ia menjadi titik balik dari perjalanan panjang hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Bau Bunga, istri dari Tutu, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan rumahnya yang dulu rapuh kini mulai berubah. Setiap bagian yang diperbaiki seolah menghapus sedikit demi sedikit kekhawatiran yang selama ini menghantuinya tentang hujan yang bocor, angin yang menerobos, hingga rasa tidak aman yang terus membayangi.
Dengan suara terbata, ia mengungkapkan isi hatinya.
“Terima kasih banyak… Kami sangat terharu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya, lirih namun penuh ketulusan. 03/05/2026
Bagi Bau Bunga dan penerima lainnya, bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik. Ini adalah jawaban atas doa-doa panjang yang mungkin tak pernah mereka suarakan dengan lantang. Rumah yang dulunya nyaris tak layak huni, kini perlahan menjadi tempat yang lebih aman untuk berteduh dan membangun kehidupan.
Di balik program TMMD ke-128, tersimpan cerita-cerita kecil yang sarat makna. Tentang keluarga yang akhirnya bisa tidur tanpa rasa cemas, tentang anak-anak yang memiliki ruang lebih layak untuk tumbuh, dan tentang harapan yang kembali hidup di tengah keterbatasan.
Para penerima bantuan mungkin tak banyak bicara, namun wajah mereka menyampaikan segalanya rasa syukur, kelegaan, dan keyakinan bahwa mereka tidak lagi sendiri.
Di Desa Kahu-Kahu Utara, RTLH bukan hanya program pembangunan. Ia telah menjelma menjadi cahaya baru bagi mereka yang selama ini hidup dalam bayang-bayang keterbatasan.

