Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan


Selayarkini – Nelayan tradisional di Desa Binanga Sombaiya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, mengeluhkan maraknya dugaan praktik penangkapan ikan menggunakan bahan pembius di wilayah perairan setempat. Mereka mengaku hasil tangkapan terus menurun dan berharap aparat terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang diduga telah berlangsung sejak lama.

Menurut para nelayan, dugaan praktik pembiusan ikan tersebut berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan, khususnya bagi nelayan yang mengandalkan alat tangkap ramah lingkungan seperti pancing.

Salah seorang nelayan tradisional berinisial RL (43) mengatakan hasil tangkapan mereka terus mengalami penurunan sejak dugaan aktivitas tersebut marak terjadi. Ia juga menilai pengawasan dari aparat masih belum maksimal.

"Selama ada aktivitas bius, hasil pancing kami sebagai nelayan tradisional sangat berkurang. Selama ini kami melihat tidak adanya pengawasan dari aparat," ujar RL, Senin (30/6/2026).

Senada dengan itu, perwakilan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmas) Desa Binanga Sombaiya yang dibentuk oleh Balai Taman Nasional Takabonerate mengaku telah beberapa kali mengamankan orang yang diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan pembius. Namun, menurutnya, para terduga pelaku tidak lama kemudian kembali dilepaskan.

"Selama ini kami sudah beberapa kali mengamankan orang yang diduga melakukan pembiusan ikan. Namun, tidak berselang lama mereka kembali dilepaskan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, para terduga pelaku berasal dari desa tetangga," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh awak media.

Para nelayan berharap instansi terkait meningkatkan pengawasan di wilayah perairan Desa Binanga Sombaiya serta mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran. Mereka juga berharap upaya tersebut dapat menjaga kelestarian sumber daya laut sekaligus melindungi mata pencaharian nelayan yang menggunakan metode penangkapan ikan secara tradisional.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghimpun informasi lebih lanjut, termasuk meminta konfirmasi dan tanggapan dari aparat penegak hukum, Balai Taman Nasional Takabonerate, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan
  • Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan
  • Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan
  • Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan
  • Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan
  • Nelayan Tradisional Desa Binanga Sombaiya Keluhkan Maraknya Dugaan Praktik Pembiusan Ikan

Posting Komentar