Warga Kayu Bauk Minta Jalan Provinsi Rusak Parah Jadi Prioritas Dana Rp15 Miliar dari Pemprov Sulsel
![]() |
| Di portal masyarakat sekitar sehingga mobil tak lewat di jalur ini. Ini khusus kendaraan roda dua. Klo tdk, jalur ini akan lebih parah hingga anak sekolah harus mutar keliling, baru tiba di SMA. |
Selayarkini – Kucuran dana sebesar Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar memunculkan harapan baru bagi masyarakat Desa Kayu Bauk, Kecamatan Bontomatene. Warga meminta agar sebagian anggaran tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah dan telah lama menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Ruas jalan yang rusak sepanjang lebih dari 100 meter itu kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Selain badan jalan yang mengalami kerusakan berat, lokasi tersebut berada di area yang diapit lereng curam sehingga sangat berisiko bagi kendaraan yang melintas.
Kondisi tersebut bahkan memaksa warga mengambil langkah darurat dengan memasang portal menggunakan potongan kayu untuk membatasi kendaraan yang melintas. Akibatnya, jalur tersebut praktis hanya dapat digunakan oleh pengendara sepeda motor karena kalau mobil jika menanjak tidak mungkin bisa turun.
Tokoh masyarakat setempat, Daeng Patta, mengatakan langkah pemasangan portal dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus menghindari potensi kecelakaan.
"Kalau mobil tetap dipaksakan lewat, jalan ini bisa semakin rusak dan sangat berbahaya. Saat kendaraan menurun atau menanjak, tidak mungkin pengemudi turun memindahkan kayu portal. Jalur ini khusus motor. Karena ketika mobil menurun atau menanjak tidak mungkin bisa turun memindahkan potongan kayu" ujarnya
Menurut warga, kerusakan jalan tersebut bukan hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Sejumlah pelajar terpaksa menempuh jalur yang lebih jauh karena akses utama tidak dapat dilalui kendaraan secara normal.
Masyarakat menilai kondisi ini sudah tidak bisa lagi ditunda penanganannya. Apalagi ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang menjadi akses vital penghubung antarwilayah di Kecamatan Bontomatene.
Warga berharap perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar tidak hanya berhenti pada pengalokasian anggaran, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan dengan menjadikan ruas jalan Kayu Bauk sebagai salah satu prioritas utama perbaikan.
"Jangan sampai anggaran sudah ada, tetapi titik-titik jalan yang paling membahayakan justru luput dari perhatian. Di sini keselamatan masyarakat dipertaruhkan setiap hari," ungkap Ashar seorang warga.
Dengan kondisi badan jalan yang terus tergerus dan berada di sisi jurang, warga khawatir kerusakan akan semakin meluas jika tidak segera ditangani. Mereka berharap dana Rp15 miliar yang telah dialokasikan dapat menjadi solusi nyata bagi persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Kayu Bauk.
Selain demi kelancaran transportasi, perbaikan jalan tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memastikan akses pendidikan masyarakat tidak terganggu akibat rusaknya infrastruktur jalan provinsi di Desa Kayu Bauk. (*)

Posting Komentar