Bank BRI Penyalur KUR Terbesar, Fokus Pemberdayaan UMKM
Selayarkini - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan perbankan yang komprehensif, mulai dari layanan transaksi keuangan, pendampingan usaha, hingga akses permodalan bagi pelaku UMKM, baik di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku maupun secara nasional.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan BRI secara konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor UMKM.
"Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional adalah dengan terus mendorong penciptaan lapangan kerja, terutama melalui penyaluran kredit yang berkualitas kepada segmen UMKM," ujar D. Argo Prabowo.
Sejak Kredit Usaha Rakyat (KUR) diluncurkan pada 2007, BRI secara konsisten menjadi bank penyalur KUR terbesar di Indonesia. Pada periode Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi KUR tahun 2026 sebesar Rp180 triliun.
Mayoritas penyaluran tersebut disalurkan ke sektor produktif dengan porsi mencapai 67,18 persen. Sementara itu, sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun. Capaian tersebut semakin mempertegas posisi BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia sekaligus mendukung program Asta Cita Pemerintah.
Menurut D. Argo Prabowo, dukungan terhadap UMKM merupakan prioritas utama BRI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
"Melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," katanya.
Dalam mendukung UMKM agar semakin bankable dan mampu memperoleh akses pembiayaan, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan melalui edukasi dan pendampingan kepada para pelaku usaha.
Edukasi tersebut mencakup penguatan semangat kewirausahaan, peningkatan kemampuan administrasi dan manajerial, perluasan akses terhadap informasi, pasar, teknologi, serta sumber pendanaan. Selain itu, BRI juga memberikan pemahaman mengenai keberlanjutan usaha dan pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan usaha.
Selain memperkuat pelaku UMKM, BRI juga terus memperluas jangkauan layanan kepada segmen usaha ultra mikro (UMi), mengingat masih banyak pelaku usaha pada segmen tersebut yang belum memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.
"BRI telah melakukan berbagai aksi nyata, salah satunya melalui pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi). Bersama Pegadaian dan PNM, BRI menghadirkan layanan keuangan yang terintegrasi sehingga nasabah ultra mikro dapat naik kelas dalam satu ekosistem yang utuh melalui konsep empower, integrate, dan upgrade," jelas D. Argo Prabowo.
Untuk memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat, BRI juga didukung jaringan layanan yang luas, mulai dari kantor operasional, Agen BRILink, layanan digital banking, hingga berbagai kanal e-channel.
Khusus di Regional Office Makassar, BRI saat ini memiliki lebih dari 433 unit kerja yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Jaringan tersebut terdiri atas 37 Kantor Cabang, 27 Kantor Cabang Pembantu, 348 BRI Unit, 18 Kantor Kas, serta tiga Teras BRI.
Selain itu, layanan BRI diperkuat oleh 59.441 Agen BRILink, jaringan mesin EDC, ATM, CRM, merchant QRIS, serta berbagai layanan e-channel yang tersebar di seluruh wilayah kerja Regional Office BRI Makassar. Kehadiran jaringan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dan nasabah dalam mengakses berbagai layanan transaksi perbankan.
Baca Juga:
.jpg)

Posting Komentar