BRI Bina 528 Desa BRILiaN di Regional Makassar, Dorong UMKM Naik Kelas
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Selayarkini – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Desa BRILiaN. Program ini menjadi salah satu upaya BRI untuk meningkatkan kemandirian desa melalui pendampingan, literasi keuangan, hingga digitalisasi usaha.
Secara nasional, BRI telah membina 5.245 Desa BRILiaN. Selain itu, sebanyak 15,6 juta pelaku usaha telah memanfaatkan platform LinkUMKM, sementara lebih dari 43 ribu klaster usaha dikembangkan melalui Program Klasterku Hidupku.
Khusus di wilayah kerja BRI Regional Makassar yang mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, tercatat sebanyak 528 Desa BRILiaN telah mendapatkan pembinaan.
Beberapa desa binaan tersebut di antaranya Desa Tompobulu di Kabupaten Pangkep yang mengembangkan potensi pertanian dan kuliner saraba daun kelor, Desa Nepo di Kabupaten Barru dengan konsep Desa Wisata Kampung Habibie Kecil, Desa Paccelekang di Kabupaten Gowa, serta Desa Panincong di Kabupaten Soppeng yang berhasil masuk dalam 40 Desa BRILiaN terbaik di Indonesia.
Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Makassar, D. Argo Prabowo, mengatakan Program Desa BRILiaN merupakan bentuk dukungan BRI dalam mendorong inovasi dan penguatan ekonomi desa.
"Program pemberdayaan Desa BRILiaN telah berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi desa di Indonesia. Program ini merupakan upaya yang dilakukan BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," ujarnya.
Menurut Argo, pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Melayani dan memberdayakan UMKM bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan sosial. Kami berharap konsep Desa BRILiaN dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, mengaku pendampingan yang dilakukan BRI memberikan dampak positif terhadap pengembangan potensi desa.
Ia mengatakan berbagai layanan BRI kini telah dimanfaatkan masyarakat, termasuk penggunaan QRIS untuk transaksi digital. Selain itu, komoditas unggulan berupa madu hutan juga mendapatkan dukungan pengembangan hingga dipasarkan melalui Localoka BRI.
Program Desa BRILiaN menyasar berbagai unsur di desa, mulai dari pemerintah desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pelaku usaha, hingga pegiat produk unggulan kawasan perdesaan. Melalui program tersebut, BRI berharap semakin banyak desa yang mampu mengembangkan potensi lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menciptakan usaha yang berkelanjutan.


Posting Komentar