Puskesmas Bontosikuyu Buka Layanan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode HPV DNA Co-Testing IVA
Selayarkini – UPT Puskesmas Bontosikuyu membuka layanan deteksi dini kanker serviks menggunakan metode HPV DNA Co-Testing IVA sebagai upaya meningkatkan pencegahan dan penemuan kasus secara dini di tengah masyarakat. Layanan ini diberikan secara gratis dengan kuota peserta yang terbatas.
Metode HPV DNA merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi, yang diketahui sebagai penyebab utama kanker serviks. Pemeriksaan ini dinilai memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dalam mendeteksi infeksi HPV sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi kanker.
Puskesmas Bontosikuyu mengajak masyarakat, khususnya perempuan yang memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan layanan tersebut sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Adapun persyaratan bagi peserta pemeriksaan meliputi perempuan yang telah menikah, berusia 30 hingga 69 tahun, atau berusia di bawah 30 tahun dengan status sudah menikah maupun aktif secara seksual. Peserta juga diharapkan tidak sedang mengalami menstruasi, tidak dalam kondisi hamil, tidak melakukan hubungan seksual selama 2 x 24 jam sebelum pemeriksaan, serta tidak menggunakan produk kewanitaan dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan.
Selain itu, peserta diwajibkan membawa dokumen identitas berupa BPJS, Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau Kartu Keluarga (KK) saat mengikuti pemeriksaan.
Pelayanan deteksi dini kanker serviks ini dilaksanakan di Ruang KB/Klaster 3 UPT Puskesmas Bontosikuyu dengan jadwal pemeriksaan setiap Rabu dan Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan pendaftaran, dapat menghubungi Bidan Haryana, A.Md.Keb melalui nomor 0852-8441-4141.
Melalui layanan ini, UPT Puskesmas Bontosikuyu berharap semakin banyak perempuan yang menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala. Deteksi dini menjadi salah satu langkah efektif untuk menekan angka kejadian kanker serviks serta meningkatkan peluang keberhasilan penanganan apabila ditemukan adanya infeksi HPV maupun kelainan pada leher rahim sejak tahap awal.
Baca Juga:


Posting Komentar