Polres Kepulauan Selayar

DPD PSI Kepulauan Selayar

Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu



Selayarkini – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), kembali membangkitkan trauma masyarakat Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

‎Guncangan yang berpusat di wilayah NTT tersebut terasa kuat hingga wilayah Kepulauan Selayar dan memicu kepanikan warga. Sejumlah masyarakat bergegas meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih tinggi setelah menerima peringatan dini tsunami.
‎Bagi masyarakat Pasilambena dan Pasimarannu, peristiwa tersebut bukan sekadar menghadirkan kepanikan, tetapi juga membuka kembali luka lama akibat gempa besar yang terjadi pada 2021 lalu.
‎Gempa magnitudo 7,4 di Laut Flores pada 2021 berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah Kepulauan Selayar. Kerusakan rumah dan fasilitas warga kala itu meninggalkan trauma yang hingga kini masih dirasakan sebagian masyarakat.
‎Namun, di tengah trauma yang kembali muncul, masyarakat juga masih menyimpan kekecewaan terhadap bantuan bagi korban terdampak gempa 2021 yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya terealisasi.
‎Bantuan yang selama ini dinantikan masyarakat Pasilambena dan Pasimarannu bahkan disebut hanya menjadi mimpi. Harapan warga untuk mendapatkan bantuan pemulihan dan perbaikan rumah terdampak gempa belum kunjung terwujud.
‎Salah seorang warga Kecamatan Pasimarannu, Nur, mengatakan gempa yang kembali terjadi membuat masyarakat teringat dengan kejadian 2021. Menurutnya, trauma warga belum sepenuhnya hilang, terlebih karena persoalan bantuan bagi korban terdampak gempa sebelumnya juga belum memberikan kepastian.
‎“Kami kembali panik ketika gempa terasa. Ingatan kami langsung kembali ke kejadian 2021. Sampai sekarang bantuan yang kami harapkan belum juga terealisasi. Jangan sampai kami hanya kembali dijanjikan ketika bencana terjadi,” ujar Nur 
‎Iwan berharap pemerintah memberikan perhatian serius kepada masyarakat yang terdampak gempa, baik terhadap kondisi saat ini maupun persoalan bantuan korban gempa 2021 yang masih menjadi harapan warga.
‎“Harapan kami jangan hanya datang saat ada bencana. Kami juga berharap persoalan bantuan korban gempa 2021 diselesaikan, karena masyarakat sudah cukup lama menunggu,” tambahnya.
‎Peristiwa gempa 15 Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa masyarakat Pasilambena dan Pasimarannu masih hidup dengan trauma bencana 2021. Di sisi lain, warga juga masih menunggu kepastian atas bantuan yang selama bertahun-tahun diharapkan dapat membantu mereka memulihkan kehidupan pascabencana.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu
  • Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu
  • Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu
  • Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu
  • Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu
  • Gempa M7,7 NTT Bangkitkan Trauma 2021 Warga Pasilambena dan Pasimarannu

Posting Komentar