Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Selayar Diimbau Tetap Waspada
Selayarkini – Peringatan dini tsunami pascagempa bumi yang sempat membuat warga di sejumlah wilayah Kepulauan Selayar panik akhirnya dicabut. BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar mengimbau masyarakat yang sebelumnya mengungsi untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan informasi resmi pemerintah dan BMKG.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar, Alifeyanto, menyampaikan bahwa peringatan dini tsunami telah dicabut berdasarkan informasi dari BMKG pada pukul 08.31 WITA.
Menurut Alifeyanto, pencabutan peringatan tersebut dilakukan setelah melihat perkembangan kondisi tsunami yang terus menunjukkan tren penurunan sejak awal kejadian hingga pemantauan terakhir.
"Pada pukul 08.31 WITA, peringatan dini tsunami sudah dicabut. Kita melihat pola yang terjadi sejak awal hingga terakhir terus menurun," ujar Alifeyanto.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.
Alifeyanto mengatakan, kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena sebagian masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya melakukan evakuasi, masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
"Karena itu, kami menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan keadaan," katanya.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat di wilayah Pasir Meranu dan Pasir Lambina yang sebelumnya melakukan evakuasi agar dapat kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinyatakan aman.
"Masyarakat di Pasir Meranu dan Pasir Lambina sudah dapat kembali ke rumah masing-masing dari tempat pengungsian. Namun, kewaspadaan tetap dijaga dan masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui BPBD," jelasnya.
Alifeyanto menegaskan, meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, masyarakat diminta tidak mengabaikan informasi lanjutan dari pihak berwenang.
"Jangan panik, tetapi tetap waspada. Ikuti terus informasi dari pemerintah dan BMKG," pungkasnya.

.jpg)

Posting Komentar