Polres Kepulauan Selayar

DPD PSI Kepulauan Selayar

Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi



Selayarkini - Isu air laut kembali naik pada dini hari membuat warga di sejumlah wilayah Desa Lembang, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, memilih mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, Minggu (16/8/2026).

Informasi yang beredar di tengah warga menyebutkan, air laut berpotensi kembali naik sekitar pukul 02.00 dini hari. Kabar tersebut memicu kepanikan hingga sekitar 30 kepala keluarga (KK) memilih mengungsi ke kawasan SMK untuk mencari tempat yang lebih aman.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga, Imin, melalui konfirmasi WhatsApp. Menurutnya, warga memilih mengungsi karena khawatir dengan isu kenaikan air laut yang kembali beredar pada tengah malam.

“Sekitar 30 KK mengungsi ke sekolah SMK waktu tengah malam karena ada isu bahwa air akan naik lagi sekitar pukul 02.00 dini hari,” ujar Imin. 16/08/2026

Imin mengatakan, para pengungsi terpaksa beristirahat di serambi rumah warga di sekitar SMK dan teras sekolah karena keterbatasan tempat.

“Jadi semua tidur di serambi dan rumah di sekitar SMK serta teras sekolah SMK,” katanya.

Selain di SMK, sejumlah titik lainnya juga menjadi lokasi pengungsian warga, di antaranya Bonto Angin, Telongsa, dan Kombangan. Warga memilih lokasi tersebut karena berada di wilayah yang lebih tinggi.

Sementara di Kampung Lembang, kata Imin, hanya sekitar 4 hingga 5 rumah yang masih dihuni. Sebagian besar warga lainnya memilih naik ke gunung untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan air laut.

“Untuk Desa Lembang, yang tinggal di kampung sekitar 4–5 rumah saja. Yang lainnya naik ke gunung,” ungkapnya.

“Jangan membuat atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, apalagi menyangkut keselamatan warga. Isu tentang air laut kembali naik dapat memicu kepanikan dan membuat masyarakat mengambil keputusan dalam kondisi darurat. Pastikan setiap informasi yang disampaikan bersumber dari pihak berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan.” tambahnya 

Di tengah situasi tersebut, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan sejumlah tokoh masyarakat melakukan patroli malam di kawasan permukiman. Patroli dilakukan untuk menjaga keamanan rumah-rumah warga yang ditinggalkan selama mengungsi serta mengantisipasi adanya pihak yang memanfaatkan situasi.

Namun, pada Minggu pagi, sebagian warga mulai turun kembali ke kampung setelah situasi dinilai lebih aman.

Meski demikian, warga tetap diminta waspada dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diharapkan mengikuti perkembangan serta arahan resmi dari pihak berwenang terkait kondisi gempa dan potensi kenaikan air laut.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi
  • Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi
  • Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi
  • Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi
  • Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi
  • Isu Air Laut Naik Dini Hari, 30 KK di Lembang Pasilambena Mengungsi ke Tempat Tinggi

Posting Komentar