BREAKING NEWS

Derita Balita 3 Tahun Derita Hidrosefalus Yang Terus Membesar, Butuh Perhatian Serius

 


SELAYARKINI - Nasib pilu dialami Naya Cipta Renata (3), balita asal Dusun Kembangmiati, Desa Komba-Komba, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Sejak lahir, Naya harus berjuang melawan penyakit Hidrosefalus yang kian hari menunjukkan kondisi mengkhawatirkan.

Lahir pada 6 Januari 2023 dari pasangan Sawari dan Bau Caddi, Naya mengalami pembesaran kepala secara bertahap akibat penumpukan cairan di dalam rongga otak. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisiknya, tetapi juga berpotensi mengancam perkembangan otak dan fungsi sarafnya jika tidak segera ditangani secara maksimal.

Ironisnya, di tengah kondisi yang semakin mendesak, keluarga Naya justru dihadapkan pada keterbatasan ekonomi. Sang ayah yang berprofesi sebagai nelayan mengaku tidak mampu menanggung biaya pemeriksaan lanjutan hingga tindakan medis yang dibutuhkan.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah. Kami ingin anak kami bisa mendapat pengobatan yang layak,” ungkap keluarga dengan nada penuh harap.

Hidrosefalus sendiri merupakan kondisi serius akibat penumpukan cairan serebrospinal di otak yang menyebabkan tekanan di dalam kepala meningkat. Tanpa penanganan tepat, penyakit ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup penderitanya.

Tak hanya soal biaya, keluarga juga membutuhkan perhatian nyata berupa rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis spesialis. Minimnya akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Selayar menjadi persoalan klasik yang kembali memakan korban.

Kasus Naya menjadi potret buram wajah layanan kesehatan di daerah terpencil. Di saat kebutuhan penanganan cepat dan tepat semakin mendesak, keterbatasan fasilitas dan lemahnya intervensi justru memperparah keadaan.

Pemerintah daerah pun didesak untuk tidak tinggal diam. Langkah konkret seperti bantuan sosial, jaminan pembiayaan kesehatan, hingga percepatan rujukan medis harus segera direalisasikan, bukan sekadar wacana.

Jika tidak ada tindakan cepat, kondisi Naya berisiko semakin memburuk. Harapan untuk tumbuh dan berkembang secara normal pun kian terancam.

Kini, keluarga hanya bisa berharap ada kepedulian dari pemerintah dan pihak terkait. Sebab bagi mereka, setiap waktu sangat berharga untuk menyelamatkan masa depan sang buah hati. (*)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image