‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar


Selayarkini – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai 10 Juni 2026 tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya bahan bakar bagi masyarakat, tetapi juga memicu persoalan baru di Kabupaten Kepulauan Selayar. Di tengah harga Pertalite yang tetap, masyarakat justru mengeluhkan semakin sulitnya memperoleh BBM subsidi tersebut dalam beberapa hari terakhir.

‎Pantauan di sejumlah SPBU beberapa hari ini menunjukkan antrean kendaraan lebih padat dibanding hari-hari biasa. Warga mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite, bahkan tidak sedikit yang mendapati stok telah habis saat tiba di lokasi pengisian.

‎Diketahui, Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter, sementara harga Pertalite tetap tidak mengalami perubahan. 

‎Kondisi ini terjadi bersamaan dengan maraknya aktivitas pelangsir yang terlihat mendominasi antrean di beberapa SPBU. Kendaraan yang diduga melakukan pembelian berulang tampak silih berganti mengisi BBM, memicu sorotan dari masyarakat yang menilai praktik tersebut ikut mempersempit akses konsumen umum terhadap Pertalite.

‎"Kami yang membeli untuk kebutuhan sehari-hari justru harus antre panjang. Sementara ada kendaraan yang berulang kali masuk antrean untuk mengisi BBM," keluh Hasan warga yang antri di salah satu SPBU 12/06/2026

‎Kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan membuat selisih harga dengan Pertalite semakin lebar. Situasi ini diduga mendorong meningkatnya permintaan terhadap BBM subsidi, baik dari masyarakat umum maupun pihak-pihak yang memanfaatkan perbedaan harga untuk kepentingan tertentu.

‎Masyarakat menilai pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi perlu diperketat. Pasalnya, jika aktivitas pelangsiran terus berlangsung tanpa pengendalian, maka kelompok masyarakat yang memang berhak dan membutuhkan Pertalite berpotensi semakin kesulitan memperoleh pasokan.

‎Di wilayah kepulauan seperti Selayar, ketersediaan BBM memiliki peran vital bagi mobilitas warga, nelayan, pelaku usaha, hingga distribusi kebutuhan pokok. Karena itu, gangguan pasokan atau distribusi yang tidak tepat sasaran dapat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Warga kini berharap pihak terkait, baik pengelola SPBU maupun instansi pengawas, segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi Pertalite berjalan sesuai peruntukan. Pengawasan yang lebih ketat terhadap dugaan pelangsiran dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kelangkaan dan menjaga hak masyarakat mendapatkan BBM subsidi.

‎Jika kondisi ini terus berlanjut, kenaikan harga Pertamax bukan hanya membebani pengguna BBM nonsubsidi, tetapi juga berpotensi menciptakan krisis akses Pertalite bagi masyarakat Selayar yang bergantung pada BBM subsidi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • ‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar
  • ‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar
  • ‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar
  • ‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar
  • ‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar
  • ‎Pertamax Naik, Pertalite Langka; Pelangsir Padati SPBU di Selayar

Posting Komentar