BREAKING NEWS

Nelayan dan Masyarakat Desa Bontolebang Minta APH Tertibkan Penyelam Kompresor Malam Hari

Gambar Ilustrasi Penyelam Dengan Kompresor dimalam Hari 

SELAYARKINI – Warga Desa Bontolebang menyuarakan protes terhadap maraknya penggunaan kompresor oleh penyelam dan pemanah ikan di perairan mereka. Aktivitas tersebut dinilai mengancam mata pencaharian nelayan setempat yang mayoritas menggantungkan hidup dari memancing di wilayah perairan itu.

Menurut warga, penggunaan kompresor dilakukan pada malam hari, sementara nelayan Bontolebang umumnya beraktivitas pada pagi hari. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius karena berpotensi mengurangi hasil tangkapan para nelayan lokal.

Malki, salah seorang perwakilan masyarakat Bontolebang, menegaskan keresahan tersebut semakin dirasakan dengan adanya aktivitas penyelaman dan pemanahan di kawasan Taka Bajangan 1 hingga Taka Bajangan 3. “Masyarakat kami sangat resah dengan aktivitas panah ikan di malam hari menggunakan kompresor yang berasal dari luar desa. Kami berharap pemerintah segera menindaki hal ini, karena dapat mengancam pendapatan masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain mengancam mata pencaharian nelayan tradisional, penggunaan kompresor juga membahayakan keselamatan penyelam itu sendiri. Bahaya menyelam menggunakan kompresor sangat penting dipahami dan dimengerti oleh para nelayan penyelam maupun nelayan panah di Kabupaten Kepulauan Selayar. Jika tidak diatur dan ditertibkan, risiko kecelakaan hingga kematian di bawah laut sangat mungkin terjadi.

Malki menambahkan, kawasan Taka Bajangan 1 sampai 3 merupakan aset utama bagi nelayan Bontolebang untuk mencari nafkah. Karena itu, masyarakat mendesak pemerintah, kepolisian, dan pihak pengawasan perikanan untuk segera mengambil langkah penertiban agar tidak terjadi konflik di lapangan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image