Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari



Selayarkini – Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa memasuki hari kedelapan, Rabu (22/7). Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian setelah masa operasi resmi diperpanjang selama tiga hari. Fokus pencarian kali ini diarahkan ke wilayah Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi lokasi pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, area pencarian dibagi menjadi dua sektor. Search and Rescue Unit (SRU) pertama menggunakan KN SAR Pacitan bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) menyisir wilayah timur Kepulauan Sabalana, terutama pulau-pulau yang tidak berpenghuni. Sementara SRU kedua menggunakan KLM Mattoangin melakukan penyisiran di bagian barat Kepulauan Sabalana.

Hingga hari kedelapan operasi, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat. Tiga orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan 16 orang lainnya masih dalam pencarian. Namun, satu jenazah yang ditemukan hingga kini belum dapat dipastikan merupakan penumpang KM Nurul Salsa.

"Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu penumpang KM Nurul Salsa. Kami masih menunggu informasi dari tim DVI," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan.

Andi Sultan menjelaskan, kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. Gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana membuat pergerakan personel dan alutsista harus dilakukan dengan lebih hati-hati tanpa mengurangi intensitas pencarian.

"Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah kondisi gelombang yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karena keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Meski demikian, pencarian tetap berjalan dengan melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar tetap efektif dan aman," jelasnya.

Selain menyisir wilayah Kepulauan Sabalana, Tim SAR Gabungan juga memperluas area pemantauan ke arah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut dilakukan berdasarkan analisis arus laut yang menunjukkan adanya potensi objek hanyut bergerak menuju wilayah tersebut.

"Berdasarkan analisis data arus laut yang kami gunakan sebagai acuan operasi, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan Nusa Tenggara Barat. Oleh karena itu, pencarian juga akan terus kami laksanakan dan pantau pada jalur perairan yang mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait," tambah Andi Sultan.

Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan NTB, agar segera melaporkan kepada Posko SAR apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa.

Selama masa perpanjangan operasi, seluruh unsur SAR gabungan akan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan mengerahkan personel, kapal SAR, dan potensi SAR lainnya yang masih berada di lokasi kejadian. Evaluasi operasi dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta analisis arus laut guna meningkatkan efektivitas pencarian.
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari
  • Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari
  • Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari
  • Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari
  • Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari
  • Hari Kedelapan Operasi SAR, 16 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari

Posting Komentar